News

Ada Korupsi di Proyek Pengadaan Gardu Listrik RSUD Kota Binjai

Binjai, 26 Maret 2026.

BINJAI, PROMEDIA.NEWS| Proyek pengadaan gardu listrik senilai Rp498 juta ramai menjadi pemberitaan di Media sosial dan pemberitaan di media lokal, menghantam RSUD Djoelham, Kota Binjai, Sumatra Utara.Pasalnya secara tiba-tiba muncul surat pembatalan yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Mimi Rohawati.

Pengerjaan diperkirakan telah rampung sejak Desember 2025 lalu. Surat tersebut tertanggal 2 Desember 2025, namun diduga kuat merupakan hasil rekayasa tanggal mundur (backdate).

Sebab, fakta di lapangan menunjukkan trafo dan panel distribusi sudah terpasang hingga 18 Maret 2026. Muncul dugaan bahwa pembatalan ini sengaja direkayasa untuk menutupi kejanggalan proyek yang mulai tercium media. Bahkan, santer terdengar kabar adanya keterlibatan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dalam pusaran kasus ini.Hal ramainya pemberitaan tersebut, saat ditanyakan ke Kadis Kominfo Ikhsan Siregar di ruang kerjanya, Rabu (25/3/2026), berjanji akan menanyakan ke Plt Direktur Umum Rumah Sakit.

“Memang lagi rame berita itu masuk ke saya, nanti saya tanyakan ke Dirut rumahsakit dr. Romy, pasti saya sampaikan apa hasil keterangan beliau, “Ujar Kadis Kominfo.” Hasil konfirmasi kepada direktur RSUD Dzoelham dr. Romy terkait pemberitaan adanya dugaan rekayasa paket gardu listrik tidak benar. “Kegiatan itu telah selesai sesuai kontrak kerja dan telah dilakukan pembayaran,” disampaikan Ikhsan via seluler.

Sementara itu Praktisi Hukum, Ferdinand Sembiring, SH, MH, menyebut pembatalan ini hanyalah “akal-akalan”. Ia menilai langkah tersebut bertujuan menyelamatkan para pejabat yang terlibat agar tidak terjerat hukum.

“Unsur tindak pidana korupsi pada pembelian gardu listrik senilai Rp498 juta ini sebenarnya sudah terpenuhi,” ujar Ferdinand, beberapa hari lalu. Ferdinand juga menyoroti kejanggalan pada status di sistem e-katalog. “Barang sudah selesai dikerjakan, namun di etalase penjualan statusnya masih ‘pengiriman’. Ini jelas tidak sinkron,” tegasnya.Selain itu, ia menyimpulkan PT STM tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang sesuai dengan aturan LKPP untuk proyek listrik.

Ia pun mendesak pihak Kejaksaan untuk segera turun tangan mengungkap kasus ini. “Kasus ini sudah diumumkan di masyarakat. Ini harus diperiksa oleh Kejaksaan agar terang benderang,” penuh harap.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: E-Purchasing Ditukangi, Aspal Dibeli Murah, Uang Rp25,6 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Medan Ikut Hancur Kayak Bubur Sumsum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengadaan aspal senilai lebih dari Rp24,6 miliar di lingkungan Dinas Sumber Daya…

16 Juni 2026

Ribut.!! Tender Pemprovsu Membangun Nias Utara Dimenangkan Perusahaan Penawar Harga Tertinggi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Penawar harga terendah dinyatakan kalah tender lewat argumen yang dicap tak jelas.…

16 Juni 2026

LIPPSU: Bobby Nasution Jangan Cari Panggung Politik Diatas Derita Rakyat, Fokus Desak PLN

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai polemik antara Gubernur Sumatera…

16 Juni 2026

LIPPSU: Tender Rp28 M Nias Utara Diduga Janggal, Perusahaan Bermasalah Dimenangkan Pula, Sudah Terjadi Berulangkali Di Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

16 Juni 2026

Bobby Nasution Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Targetkan Sumut Pertahankan Gelar Juara Umum

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas kontingen Sumut untuk mengikuti…

16 Juni 2026

LIPPSU Desak Polisi Usut Dugaan Ancaman terhadap Narasumber Kasus Upah Pekerja MBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan intimidasi terhadap narasumber yang mengungkap persoalan penyelewengan upah pekerja di dapur…

16 Juni 2026