Categories: News

Pertamina; Stok BBM dan LPG Aman, Cadangan Dijaga Lebih dari 21 Hari Menjelang Bulan Ramadan 2026

Jakarta, 8 Maret 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026, PT Pertamina (Persero) memastikan stok BBM dan LPG tetap aman dengan cadangan energi yang dijaga di atas level minimum pemerintah.

Strategi ini dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi energi nasional dan mengantisipasi lonjakan konsumsi selama momen mudik dan hari raya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, cadangan energi nasional tidak hanya sesuai standar pemerintah, tetapi juga dijaga lebih tinggi agar selalu berada dalam kondisi aman.

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus bergerak, dan Pertamina terus menambah cadangan di atas level minimum. Ini adalah langkah mitigasi risiko dan bukti komitmen Pertamina menjaga ketahanan energi,” ujar Baron dalam rilis resmi, Jumat (6/3).

 

Cadangan BBM Lebih dari 21 Hari, Bahkan Hingga 35 Hari

Saat ini, cadangan energi nasional berada pada level 21–23 hari untuk sebagian besar produk BBM. Untuk beberapa produk strategis, cadangan bahkan mencapai 35 hari, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

Baron menekankan, “Stok tidak habis setelah 21–23 hari karena Pertamina selalu melakukan build-up pasokan secara berkala.”

Salah satu kunci Pertamina menjaga cadangan tetap aman adalah Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan dashboard ini, Pertamina dapat memonitor pergerakan kapal pengangkut minyak mentah dan BBM, ketersediaan stok di kilang, hingga jumlah BBM di setiap SPBU secara real-time.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina bisa mengidentifikasi konsumsi BBM dan LPG di tiap wilayah. Jadi, langkah antisipatif bisa dilakukan lebih cepat jika terjadi peningkatan permintaan, cuaca ekstrem, atau dinamika global yang memengaruhi rantai pasok energi,” jelas Baron.

 

Optimalkan Hulu dan Hilir

Di sektor hulu, seluruh operasional Pertamina dipastikan berjalan sesuai standar untuk menjaga target produksi. Sedangkan di sektor hilir, distribusi ke SPBU dipantau ketat mulai dari awak mobil tangki hingga stok di outlet.

Optimalisasi ini juga melibatkan enam kilang Pertamina di Indonesia, memastikan proses pengolahan minyak mentah berjalan maksimal untuk mendukung ketahanan energi nasional.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026

Aliran Uang Haram Diduga ‘Mengalir’ Di Bawah Meja Kapolres Binjai Sebagai Upeti di Balik Judi ‘Las Vegas’ Binjai

BINJAI, PROMEDIA.NEWS - Deru mesin ketangkasan dan aroma asap rokok menyeruak dari sebuah bangunan samar…

20 Juli 2026

Dugaan Korupsi & Jual Beli Menguat, JAGA MARWAH: Banyak Pejabat Bermasalah Dilantik di Kepemimpinan Rico Waas

MEDAN – Di tengah euforia masyarakat menyambut keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, perhatian publik…

20 Juli 2026

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026