Categories: News

Pengamat Sosial Politik Edwin Pohan Soroti Wacana Pilkada Lewat DPRD : Ini Kemunduran Demokrasi

By : Ir. Syafaruddin Sikumbang

Medan, 11 Januari 2026.

MEDAN, PROMEDIANEWS | Wacana penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali menuai kritik tajam dari berbagai kalangan.

Pengamat sosial politik, Edwin Pohan, SH, menilai kebijakan tersebut sebagai sebuah kemunduran serius bagi demokrasi Indonesia, terlebih jika diberlakukan di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Edwin yang juga seorang Advokat, Pilkada langsung merupakan salah satu hasil penting dari reformasi yang bertujuan mengembalikan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya.

Dikatakannya, Jika merasa kurang efektif dan efesiensi dan atau dapat memecah belah rakyat seharusnya aturan dan pengawasannya diperkuat bukan mengganti Undang – undangnya.

“Pilkada melalui DPRD berarti mencabut hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung. Ini jelas kemunduran demokrasi dan mengkhianati semangat reformasi,” tegas Edwin, Jum’at (9/1/2026) di Medan.

Ia menilai, sistem pemilihan melalui DPRD sangat rentan terhadap praktik politik transaksional, lobi-lobi elit, dan kepentingan kelompok tertentu.

Kondisi ini, kata dia, justru membuka ruang semakin besarnya politik uang dan intervensi kekuasaan, sehingga kepala daerah yang terpilih tidak benar-benar merepresentasikan kehendak rakyat.

Edwin juga mengingatkan bahwa legitimasi seorang kepala daerah akan jauh lebih kuat apabila diperoleh langsung dari rakyat melalui pemilihan umum.

Dengan sistem DPRD, kepala daerah akan lebih cenderung loyal kepada elit politik ketimbang kepada masyarakat.

“Kalau kepala daerah dipilih DPRD, maka yang dilayani bukan rakyat, tetapi partai dan elit yang memilihnya. Ini berbahaya bagi pembangunan demokrasi di daerah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintahan Prabowo–Gibran tetap konsisten menjaga nilai-nilai demokrasi dan tidak tergelincir pada kebijakan yang justru menggerus partisipasi publik.

“Pemerintah seharusnya memperkuat kualitas Pilkada langsung, bukan malah menariknya mundur. Demokrasi tidak boleh dikorbankan atas nama efisiensi atau stabilitas politik,” pungkas Edwin.

Sebelumnya. Wacana Pilkada melalui DPRD sendiri terus menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Banyak kalangan menilai, meski Pilkada langsung memiliki kekurangan, mekanisme tersebut tetap menjadi sarana paling demokratis untuk menentukan pemimpinnya. (Red)

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU Desak APH Usut Polemik Proyek Pembangunan Box Culvert dan Turap di Kawasan Perumnas Lima Puluh Batu Bara TA 2025

BATUBARA, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Peduli Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, menegaskan…

29 Juni 2026

Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek Jajaran

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M. Si, memimpin langsung…

29 Juni 2026

Di Jakarta Lapangan Bola Jadi Danau, Kita Prihatin; di Sumut Aula Pemprovsu Berubah Jadi Lapangan Sepak Bola, Warga Protes Habis-Habisan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026

LIPPSU : GEMES IX 2026 Macam Nonton “Layar Tancap”, Anggaran Rp2,5 Miliar Berserak Jadi Tepung Terigu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026

LIPPSU Dengan GARSU Serukan Aksi Massa Besar-besaran di DPRD dan Kantor Walikota Medan Tolak Rakernas APEKSI

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Gelombang protes menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh…

29 Juni 2026

Petani Disuruh Mikul Combine Harvester, Sama Beratnya dengan Mobil Fortuner, LIPPSU: Kalau Gibran yang Buat Mungkin Ringan Kayak Bakul Jamu “Wapres Sakit”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026