News

LIPPSU: Yang Lain Sudah Disikat, Kenapa Tambang Emas Ilegal Di Madina Belum Ditertibkan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan langkah tegas memberantas tambang ilegal di berbagai wilayah Indonesia. Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai, meski banyak daerah sudah ditertibkan, aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tetap berlangsung hingga April 2026.

“Di Bangka Belitung, Aceh, dan Sumbar, Presiden sudah bersih-bersih tambang ilegal, tapi di Madina? Tambang emas ilegal masih berkeliaran. Negara tidak boleh kalah oleh para pemodal yang hanya mengejar untung tanpa peduli hukum, lingkungan, dan nyawa manusia,” tegas Azhari AM Sinik, Jum’at (10/4).

Menurut Azhari, Pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan aparat gabungan TNI/Polri telah melakukan penyitaan aset tambang ilegal, termasuk smelter dan alat berat. Pencabutan izin perusahaan yang melanggar aturan di Sumatera dan Papua. Penyerahan aset hasil sitaan ke negara untuk dikelola kembali, memberi manfaat ekonomi bagi rakyat.

Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghentikan kebocoran pendapatan negara dan menegakkan hukum.

 

Tabel Kronologi Penertiban Tambang Ilegal

No Daerah / Provinsi Perusahaan / Aset Jenis Tindakan Nilai Aset / Kerugian Tahun

  1. Bangka Belitung 6 unit smelter timah (PT Tinindo Internusa & perusahaan swasta lain) Penyitaan aset Rp6–7 triliun, selamatkan potensi kerugian negara Rp300 triliun Okt 2025.
  2. Aceh, Sumut, Sumbar 28 perusahaan (6 tambang & perkebunan PBPHHK, 22 PBPH) Pencabutan izin Tidak dipublikasi spesifik, termasuk pelanggaran lingkungan & izin Jan 2026.
  3. Raja Ampat, Papua Barat Daya 4 perusahaan tambang nikel Pencabutan izin Tidak dipublikasi spesifik Jun 2025.
  4. Linggabayu, Madina, Sumut PETI (Lahan Bekas M3 Simpang Durian, Kelurahan Tapus, Dusun Batang Lobung, Sungai Batang Natal) Masih aktif – Belum ditertibkan Potensi kerugian ekonomi dan lingkungan signifikan, korban jiwa 12 penambang perempuan 2026

 

Berdasarkan pantauan LIPPSU:

  • Lahan Bekas M3 Simpang Durian – alat berat ilegal masih beroperasi.
  • Kelurahan Tapus – pemukiman terdampak langsung aktivitas tambang.
  • Dusun Batang Lobung – lokasi yang tetap aktif meski pernah ditertibkan.
  • Aliran Sungai Batang Natal – hutan dan sungai jadi sasaran utama penambangan mesin sedot dan ekskavator.

Kerugian ekonomi negara: hilangnya pajak, royalti, dan potensi penerimaan dari emas ilegal.

 

Kerusakan lingkungan:

Pendangkalan sungai, pencemaran merkuri, lahan produktif rusak.

Kemanusiaan: sedikitnya 12 penambang perempuan meninggal akibat longsor, kondisi tanah labil.

“LIPPSU menuntut pemerintah pusat untuk segera menutup seluruh tambang ilegal di Madina. Tidak ada toleransi bagi pemodal yang memperkaya diri sendiri sementara negara dan rakyat dirugikan. Aparat harus menyasar bukan hanya pekerja di lapangan, tapi juga pemodal dan aktor intelektual di balik praktik ilegal ini. Jika tidak, tragedi kemanusiaan dan kerusakan lingkungan akan terus berulang,” tegas Ari.

“Sudah saatnya tindakan tegas di Madina setara dengan yang dilakukan di Bangka Belitung dan Aceh. Negara harus hadir, hukum ditegakkan, dan sumber daya alam dimanfaatkan untuk rakyat, bukan untuk segelintir orang,” pungkasnya.

LIPPSU juga menuntut tindakan tegas yang setara di Madina seperti di Bangka Belitung dan Aceh. Negara harus hadir, hukum ditegakkan, dan sumber daya alam dimanfaatkan untuk rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang.

“Jika ini terus dibiarkan, tragedi kemanusiaan dan kerusakan lingkungan akan berulang,” pungkas Ari.

Laporan : Heriyanto Budi.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU: E-Purchasing Ditukangi, Aspal Dibeli Murah, Uang Rp25,6 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Medan Ikut Hancur Kayak Bubur Sumsum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengadaan aspal senilai lebih dari Rp24,6 miliar di lingkungan Dinas Sumber Daya…

16 Juni 2026

Ribut.!! Tender Pemprovsu Membangun Nias Utara Dimenangkan Perusahaan Penawar Harga Tertinggi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Penawar harga terendah dinyatakan kalah tender lewat argumen yang dicap tak jelas.…

16 Juni 2026

LIPPSU: Bobby Nasution Jangan Cari Panggung Politik Diatas Derita Rakyat, Fokus Desak PLN

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai polemik antara Gubernur Sumatera…

16 Juni 2026

LIPPSU: Tender Rp28 M Nias Utara Diduga Janggal, Perusahaan Bermasalah Dimenangkan Pula, Sudah Terjadi Berulangkali Di Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

16 Juni 2026

Bobby Nasution Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Targetkan Sumut Pertahankan Gelar Juara Umum

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas kontingen Sumut untuk mengikuti…

16 Juni 2026

LIPPSU Desak Polisi Usut Dugaan Ancaman terhadap Narasumber Kasus Upah Pekerja MBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan intimidasi terhadap narasumber yang mengungkap persoalan penyelewengan upah pekerja di dapur…

16 Juni 2026