News

Iran Berubah Total Dari Kerajaan Modern Jadi Republik Islam Dalam Satu Revolusi

Teheran, 22 Maret 2026.

TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | Tidak banyak negara di dunia yang mengalami perubahan sistem pemerintahan sedrastis Iran. Dalam waktu singkat, negara ini bertransformasi dari monarki modern yang pro-Barat menjadi republik Islam dengan sistem teokrasi yang kuat.

Sebelum 1979, Iran dipimpin oleh seorang raja (Shah), yakni Mohammad Reza Shah Pahlavi. Di bawah kepemimpinannya, Iran dikenal sebagai negara yang relatif sekuler, dengan orientasi kuat ke Barat, terutama Amerika Serikat.

Pada masa itu, modernisasi digencarkan. Gaya hidup Barat mulai masuk ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari cara berpakaian hingga budaya populer. Secara politik dan ekonomi, Iran menjadi salah satu sekutu utama Barat di kawasan Timur Tengah.

Namun di balik citra modern tersebut, muncul ketidakpuasan di kalangan rakyat. Kesenjangan sosial melebar, isu korupsi mencuat, dan pengaruh Barat dianggap terlalu dominan hingga menggerus identitas lokal dan keagamaan. Ketegangan ini perlahan menumpuk dan akhirnya meledak menjadi gerakan besar.

Puncaknya terjadi dalam Revolusi Iran 1979, sebuah peristiwa yang mengguncang dunia. Revolusi ini dipimpin oleh tokoh ulama karismatik, Ruhollah Khomeini, yang berhasil menggalang dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.

Hasilnya, Shah digulingkan dan sistem monarki dihapus. Iran kemudian berubah menjadi Republik Islam, dengan sistem pemerintahan yang menempatkan ulama sebagai otoritas tertinggi negara.

Sejak saat itu, ideologi negara bergeser drastis. Hukum Islam Syiah menjadi dasar utama dalam pemerintahan, dan konsep Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) menjadi fondasi politik. Dalam kehidupan sosial, aturan seperti kewajiban hijab dan kontrol budaya diterapkan lebih ketat.

Di bidang hubungan luar negeri, Iran juga mengubah arah. Dari yang sebelumnya pro-Barat, negara ini mengambil posisi lebih independen dan seringkali berseberangan dengan kekuatan Barat.

Perubahan besar ini menjadikan Iran sebagai salah satu contoh paling nyata bagaimana tekanan sosial, politik, dan identitas dapat mengubah arah sebuah negara secara fundamental.

By: Syafaruddin Sikumbang.

 

redaksipro

Recent Posts

Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) Ke-12 Resmi Ditutup, SKK Migas Raih Jawara Stand Pemenang Pertama

SIMALUNGUN, PROMEDIA.NEWS - Gubernur Provinsi Sumatera Utara Mohammad Bobby Afif Nasution diwakili Pj. Sekda Sulaiman…

15 Juni 2026

Dana BOS SMAN 8 Medan Jadi Sorotan, Kondisi Bangunan Dinilai Tak Sejalan dengan Anggaran Pemeliharaan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik menyorot penggunaan…

15 Juni 2026

Rakyat Diperas Bayar Pajak, Asri Ludin Bupati Deli Serdang Hamburkan Uang Rakyat Rp7 Miliar Untuk Pesta HUT APKASI

LUBUKPAKAM, PROMEDIA.NEWS - Viral di media sosial Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan menyuruh warga agar…

14 Juni 2026

Zhafi Hannan Biantara Curi Perhatian Di Tengah Ramainya Pasar Minggu Jalan Menuju Kantor Gubernur Jambi

JAMBI, PROMEDIA.NEWS - 14 Juni 2026 suasana Minggu pagi di kawasan Jalan menuju Kantor Gubernur…

14 Juni 2026

Di Masa Edy Rahmayadi Stadion Utama Sumut Harum hingga Mancanegara, Di Era Bobby Nasution Renovasi Stadion Teladan Berserak Masalah

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

14 Juni 2026

Forum Pemuda Pembangunan Sumut Apresiasi Langkah Cepat Dinas SDA Tangani Luapan Sungai Sei Tenang di Langkat

LANGKAT, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Pembangunan Sumatera Utara (FPPSU) memberikan apresiasi atas langkah cepat yang…

14 Juni 2026