Categories: News

Dugaan Pungli di RSUD Aek Kanopan Mengalir ke Kantong Hendriyanto Sitorus; Bupati Labura

Medan,  26 Februari 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS |  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tengah (Kejatisu) saat ini sedang mengintensifkan pemeriksaan terhadap dugaan pungutan liar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Informasi yang dihimpun awak PromediaNews, 194 tenaga kesehatan di RSUD Aek Kanopan diduga dikutip uangnya Rp 5 sampai 7 juta rupiah per orang sebagai kutipan agar lolos menjadi PPPK Paruh Waktu.

Pungli ini juga diduga mengalir ke Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus. 

Asintel Kejati Sumut Irfan Wibowo mengatakan, pihaknya masih dalam proses pengumpulan data dan pemeriksaan sejumlah saksi dalam dugaan pungli ini.

“Pemeriksaan masih on the progress terkait dengan dugaan itu,” kata Irfan Wibowo melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (25/2/2026).

Irfan juga akan memantau anggotanya untuk tidak main-main dalam melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik korupsi ataupun suap.

Dugaan pungli ini juga menyeret Direktur RSUD Aek Kanopan Juri Freza diduga menerima puluhan juta uang yang dikirim melalui transfer dari agen Brilink ke rekening pribadinya.

Uang tersebut dikirim oleh seorang honorer yang merupakan orang kepercayaan Juri Freza untuk mengamankan kutipan.

Sementara itu, para pegawai rumah sakit mengaku kini mendapatkan ancaman oleh sekelompok oknum, lantaran membongkar dugaan pungli ini.

Tak tanggung-tanggung, ancaman bukan hanya dirasakan pada diri sendiri, melainkan keluarga juga ikut terkait. Padahal, para korban berharap mendapatkan keadilan atas kezaliman yang dirasakan mereka bertugas di rumah sakit tersebut.

“Direktur meminta kami agar tidak memberikan keterangan palsu kepada para penyidik Kejati Sumut. Direktur mengarahkan kami agar mengucapkan kesaksian sama semua,” kata wanita yang bekerja di RSUD Aek Kanopan.

Karena adanya ancaman, para korban berharap agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara cepat membongkar praktik kotor yang terus-menerus terjadi pada rumah sakit itu.

“Kami berharap agar kasus ini segera menemui titik terang, karena kami juga sudah pasrah kalau memang Kejati Sumut tidak lagi berpihak kepada masyarakat untuk membela kebenaran,” jelasnya.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

SPPG Silalas Yayasan Sabda Peduli Gizi Diduga Korupsi Upah Tenaga Kerja

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) menyoroti dugaan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan…

12 Juni 2026

LIPPSU : Uang Intensif Pegawai Rp38 M Raib, Upah Pungut Kepling Rp10 M Lenyap

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Pajak Sumut 2026…

12 Juni 2026

8 Tahun Berlalu, PT Sompo Tak Kunjung Bayar Klaim Asuransi Nasabah Meski Telah Inkrah

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Klaim asuransi yang diajukan pemegang polis MD-FPR-000293-000002017-08, Halomoan H, selaku nasabah PT…

12 Juni 2026

Tangan Dan Kaki Melayang Karena Tersinggung Di Jalan, Marajohan Laporkan Oknum Anggota DPRD Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

12 Juni 2026

LIPPSU: Pasien BPJS Nyaris Kehilangan Nyawa, Rumah Sakit Terapkan Birokrasi Berbelok-belok Seperti Jalan Layang Kelok 9 Di Sumbar

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM…

12 Juni 2026

Ratama Sumbayak : Periksa 26 Pajabat Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kajagung Burhanuddin Harus Tegas

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran Ratama Saragih, S.H, CCF menyampaikan desakannya kepada…

11 Juni 2026