Categories: News

DI BAWAH LANGIT YANG ASING: Ketika Musim Tak Lagi Mengenal Kalender Oleh: Biro Investigasi & Analisis

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina)


Jakarta, 13 Januari 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Hujan itu turun di waktu yang salah, dengan intensitas yang tak masuk akal. Di sisi lain khatulistiwa, matahari menyengat hingga tanah merekah, padahal seharusnya monsun Asia sedang membasuh bumi. Tahun 2026 dibuka bukan dengan harapan, melainkan dengan kebingungan massal: Apa yang sebenarnya terjadi di langit kita?

Paradoks di Lumbung Pangan

Di Karawang dan Indramayu, ribuan hektar sawah menghadapi musuh yang tak kasat mata. Bukan hama wereng, bukan pula tikus, melainkan ketidakpastian itu sendiri.

“Dulu, kami bisa membaca langit. Kalau awan menggantung di utara, besok pasti hujan,” ujar Pak Kasman (58), petani padi yang kini menatap lahannya yang gagal panen (puso). “Sekarang? Awan hitam datang, tapi yang turun bukan air, malah angin panas. Atau tiba-tiba hujan es di siang bolong. Tanaman kami ‘kaget’, batangnya busuk sebelum berbulir.”

Data lapangan menunjukkan anomali yang ekstrem. Pola El Nino dan La Nina yang biasanya memiliki siklus tahunan, kini seolah bertabrakan dalam satu periode waktu. Hujan ekstrem menyebabkan banjir bandang di wilayah Sumatera, sementara Jawa bagian tengah justru menjerit karena kekeringan sporadis.

Hujan yang “Berbeda”

Laporan dari berbagai puskesmas di daerah penyangga pangan mencatat fenomena kesehatan yang janggal beriringan dengan curah hujan tinggi awal tahun ini. Keluhan iritasi kulit dan gangguan pernapasan akut meningkat tajam pasca-hujan pertama.

“Air hujannya terasa lebih ‘tajam’ di kulit, lengket, dan meninggalkan bercak aneh pada daun tanaman,” ungkap seorang penyuluh pertanian yang enggan disebutkan namanya. Hal ini memicu spekulasi liar di masyarakat: Apakah ini murni amukan alam akibat perubahan iklim, atau ada residu dari aktivitas di stratosfer yang tidak kita ketahui?

Isu mengenai geoengineering atau modifikasi cuaca skala masif demi kepentingan mitigasi bencana di kota-kota besar, dicurigai memberikan dampak samping (side-effect) yang fatal bagi wilayah pedesaan. Ketika awan dipaksa turun di laut untuk mencegah banjir Jakarta, siapa yang menjamin keseimbangan hidrologis di hulu tidak rusak?

Kegagapan Mitigasi

Pemerintah melalui badan terkait berulang kali menyatakan bahwa ini adalah dampak Climate Change global yang semakin ekstrem. Namun, narasi ini mulai terasa usang bagi mereka yang kehilangan atap rumah karena angin puting beliung yang rutenya tak terpetakan radar, atau petani yang terlilit hutang karena gagal panen total.

Infrastruktur kita—drainase kota, bendungan irigasi, hingga sistem peringatan dini—didesain untuk iklim tahun 1990-an, bukan untuk menghadapi “monster” cuaca tahun 2026 yang bergerak tanpa pola.

Epilog: Menanti Jawaban Langit

Kita sedang berada di titik nadir krisis ekologis. Anomali ini bukan sekadar statistik curah hujan di layar komputer BMKG. Ini adalah soal piring nasi yang semakin mahal, soal atap yang bocor, dan soal ketakutan menatap langit yang tak lagi ramah.

Jika benar ada intervensi manusia di balik kacaunya ritme musim ini, maka transparansi adalah harga mati. Karena pada akhirnya, alam selalu punya cara brutal untuk menagih keseimbangannya kembali. Dan saat itu terjadi, payung kebijakan apapun takkan mampu menahan derasnya.

 

#anomalicuaca

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina)

Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

 

redaksipro

Recent Posts

Gudang Gelap di Balik Kebun Sampali: Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Menguji Nyali Aparat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Di balik rimbunnya pepohonan dan akses jalan yang tertutup, sebuah bangunan…

23 Juli 2026

LIPPSU : Jangan Hanya Cari Pelaksana, Bongkar Rantai Keputusan, Periksa Dugaan Keteribatan Kahiyang Istri Mantan Walikota Medan Bobby Afif Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Medan 20/7/2026, kembali menghadirkan babak penting dalam…

23 Juli 2026

LIPPSU : BOBBY Seperti Anak TK, Ke 2 kalinya Boby Walk Out, sebelumnya Rapat Via Zoom dengan Kementerian Dalam Negeri

Gubernur merupakan Cermin Pemimpin Pemegang Kebijakan, Harus Jadi Teladan Mengelola Perbedaan. Forum Demokrasi Bukan Ruang…

23 Juli 2026

Zainal Sinambela : Waspada! “Broker Politik Cacat Etis” Ancam Kendalikan Golkar Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca Musda kembali disorot. Kader senior…

23 Juli 2026

Bea Cukai Medan Terus Kebobolan, AMPERAKSU Nilai Pengawasan Lemah karena Rokok Tanpa dan Tidak Sesuai Pita Cukai Masih Beredar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS -Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai maupun rokok yang diduga menggunakan pita cukai…

23 Juli 2026

Konspirasi Jahat Dalam Penyusunan RAB Perjalanan Dinas DPRD Tebing Tinggi 2026

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Diduga Ada Konsiparasi Jahat Dalam Menyusun Rencana Anggaran Belanja Perjalanan Dinas DPRD…

22 Juli 2026