Categories: News

Desak Kejatisu Usut Hilangnya Puluhan Asset Bernilai Miliaran Rupiah Rahib Di Poltekkes Medan

By: Agus Yahya

Medan, 14 Januari 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara didesak untuk memeriksa dugaan hilangnya puluhan aset bernilai miliaran rupiah di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Medan.

Dugaannya, aset bernilai miliaran ini diduga sengaja dihilangkan oleh sekelompok oknum yang berkerja di Poltekkes Medan.

Adapun aset yang tidak diketahui keberadaannya, yakni Laptop dan PC senilai Rp.382 juta.

Kemudian, meubelair dan alat Kesehatan senilai Rp 6 miliar juga tidak diketahui keberadaannya. Lalu, satu unit kendaraan roda empat perolehan tahun 2006 senilai Rp 98 juta diduga lenyap.

Selain itu, terdapat satu unit kendaraan roda empat yang belum dikuasai bukti kepemilikannya senilai Rp.852 juta.

“Kita mendesak agar Kejati Sumut turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aset yang diduga lenyap di Poltekkes Medan, kenapa aset itu bisa hilang begitu saja,” kata Reza, seroang mahasiswa yang djuga aktivis pemerhati korupsi di Kota Medan, Senin (12/1/2026).

Dirinya menduga, aset-aset yang diduga hilang tersebut sengaja dihilangkan. Apalagi, dirinya menduga bahwa oknum-oknum ingin menguasai aset milik negara.

“Kalau kita lihat ini praktik-praktik lama yang masih digunakan, artinya aset negara sengaja dikuasai pribadi. Ini sudah sangat menyalahi aturan,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia aset-aset tersebut bisa dijual, demi mendapatkan tambahan uang. “Dulu juga kita pernah temui adanya aset negara diperjualbelikan tanpa melalui mekanisme yang jelas dari negara. Ini adalah tindakan yang mencela dan melawan negara,” jelasnya.

Ia sangat meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Harli Siregar untuk menurunkan tim melakukan pemeriksaan terhadap dugaan hilangnya aset di Poltekkes Kemenkes.

Aset milik Kementerian Kesehatan ini diduga sengaja dilenyapkan oleh oleh oknum di Poltekkes Medan. Perihal ini tertuang dalam bukti laporan BPK RI, pemeriksaan tahun 2024 lalu.

Kejadian ini merugikan negara atas pemanfaatan aset yang tidak dikelola dengan baik. Bahkan, beredar kabar, bahwa aset yang raib tersebut diduga diperjualbelikan oleh oknum.

Dalam rekomendasi BPK, meminta kepada Sekjen Kemenkes untuk mengintruksikan seluruh Satker yang berada di daerah untuk memproses lenyapnya aset tersebut.

redaksipro

Recent Posts

LIPPSU Apresiasi Silaturahmi Kapolda Sumut dan Kajatisu, Dinilai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengapresiasi langkah Kapolda Sumatera Utara…

18 Juli 2026

Pasrah? Pertamina Mengaku Tak Bisa Pastikan Kapan Antrean BBM di Medan Berakhir

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan hingga kini masih belum…

18 Juli 2026

Pembangunan Dapur MBG Di Deli Serdang Tidak Jelas, Pengelola Lapangan Resah

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Kejelasan pembangunan sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deli…

18 Juli 2026

Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah dari Polisi ke Jaksa Dinilai Tidak Lazim

Oleh : Suardi, SH JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Pelimpahan penyidikan perkara yang melibatkan Jaksa Agung Muda…

18 Juli 2026

Pertamina Bilang BBM Di Sumut Normal, Antrean Masyarakat Belum Hilan, LIPPSU: Siapa Yang Gagal Membaca Realitas

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Pernyataan resmi bahwa distribusi BBM di Sumatera Utara berjalan normal kembali…

18 Juli 2026

LIPPSU: Vendor Tunggal El Nusa Petrofin Bikin Kacau, Pertamina Pura-pura Sibuk, Rakyat Jadi Korban Antre BBM

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, mendesak…

17 Juli 2026