News

Bank Sumut Beroperasi Dalam Kegelapan Hukum, PDIP Ledakkan Fakta di Paripurna. 5 Tahun Tanpa Dasar Hukum

MEDAN,PROMEDIA.NEWS – Suasana Sidang Paripurna DPRD Sumatera Utara (Sumut) mendadak memanas ketika Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan pandangan umum terhadap Ranperda Perseroda Bank Sumut.

Juru bicara fraksi, H. Syahrul Efendi Siregar secara terbuka menuding bahwa Bank Sumut telah beroperasi dalam kegelapan hukum selama lima tahun terakhir.

Syahrul menyebut, sejak terbitnya UU 23/2014 dan PP 54/2017, seluruh BUMD diwajibkan menyesuaikan status hukumnya paling lambat tiga tahun sejak regulasi berlaku. Namun hingga kini, Bank Sumut disebut tidak menjalankan kewajiban itu, dan malah terus beroperasi seolah tidak ada masalah hukum.

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ini kecerobohan fatal. Uang rakyat dikelola tanpa payung hukum yang sah selama lima tahun. Ini skandal yang tidak boleh dipoles-poles,” tegas Syahrul dengan suara lantang di hadapan pimpinan sidang, di Gedung DPRD Sumut, Jumat (14/11).

Menurut PDIP, kondisi tersebut membuat kebijakan Bank Sumut kehilangan legitimasi kuat, mulai dari penempatan dana pemerintah kabupaten/kota hingga penyaluran kredit besar. Syahrul menyebut seluruh kebijakan itu berada dalam status tidak aman secara hukum.

“Ini menyentuh jantung kepercayaan publik. Bagaimana kita bicara stabilitas fiskal daerah kalau bank milik daerah saja berjalan tanpa kepastian hukum?,” serangnya.

PDIP dengan tegas meminta Pemerintah Provinsi Sumut dan seluruh pemegang saham daerah mengakui terlebih dahulu bahwa telah terjadi pelanggaran kewajiban hukum selama bertahun-tahun sebelum berbicara soal percepatan pengesahan Ranperda Perseroda.

“Jangan buru-buru sahkan aturan baru kalau kesalahan masa lalu belum dibereskan. Rakyat harus tahu bahwa ada kelalaian besar yang dibiarkan selama lima tahun,” ujar Syahrul.

Dalam pernyataannya, PDIP menuntut dilakukan audit komprehensif terhadap seluruh aktivitas Bank Sumut selama periode yang mereka sebut sebagai vacuum of legality.

Audit itu, kata PDIP, harus menelusuri seluruh kebijakan strategis, kredit jumbo, hingga kerja sama bisnis yang dijalankan dalam masa tanpa kejelasan hukum tersebut.

“Tidak boleh ada ruang gelap. Tidak boleh ada yang disembunyikan. Uang rakyat harus dipertanggungjawabkan sampai rupiah terakhir,” tegasnya.

PDIP menegaskan tidak menolak perubahan status Bank Sumut menjadi Perseroda. Namun fraksi banteng itu mengingatkan bahwa revisi status tidak boleh dipakai sebagai cuci tangan institusional.

“Perubahan status bukan obat penghapus dosa. Penyesuaian hukum harus dilakukan, tapi tanggung jawab atas kekacauan lima tahun ini juga harus dituntaskan. Tidak boleh ada bab yang ditutup begitu saja,” kata Syahrul menutup pandangannya. (Heriyanto Budi)

redaksi2

Recent Posts

Universitas Amir Hamzah Kampus Tua, Jejak Panjang. Mungkinkah Terancam Hilang Dalam Daftar Kampus Pendidikan Nasional?

Oleh : Paisal Chairy, SKM MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Universitas Amir Hamzah (UNHAM) merupakan salah satu…

23 Juli 2026

LIPPSU: Tak Tahan Ditimpa Beratnya Korupsi MBG Dan Takut Diterjang Puting Beliung, Nanik S Deyang Mundur Teratur Sebagai Kepala BGN

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

23 Juli 2026

Gak Pake Kulonuwon, Bobby Ngacir Tak Tahan Dengar Ribut Ribut Di DPRD Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Keputusan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution meninggalkan Rapat Paripurna DPRD Sumut…

23 Juli 2026

Gudang Gelap di Balik Kebun Sampali: Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Menguji Nyali Aparat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Di balik rimbunnya pepohonan dan akses jalan yang tertutup, sebuah bangunan…

23 Juli 2026

LIPPSU : Jangan Hanya Cari Pelaksana, Bongkar Rantai Keputusan, Periksa Dugaan Keteribatan Kahiyang Istri Mantan Walikota Medan Bobby Afif Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Medan 20/7/2026, kembali menghadirkan babak penting dalam…

23 Juli 2026

LIPPSU : BOBBY Seperti Anak TK, Ke 2 kalinya Boby Walk Out, sebelumnya Rapat Via Zoom dengan Kementerian Dalam Negeri

Gubernur merupakan Cermin Pemimpin Pemegang Kebijakan, Harus Jadi Teladan Mengelola Perbedaan. Forum Demokrasi Bukan Ruang…

23 Juli 2026