News

Air, Padi, dan Waktu yang Tak Bisa Menunggu di Bendung Tanjung Muda. Baharuddin Siagian Bupati Batu Bara, Hadir Selamatkan Masyarakat Petani

Batubara, 26 Februari 2026.

BATUBARA, PROMEDIA.NEWS | Pagi itu, debur air di Bendung Tanjung Muda tak lagi lantang. Alirannya tersendat, seolah ikut menahan napas bersama para petani yang menunggu kepastian.

Di sinilah Baharuddin Siagian, Bupati Batubara, berdiri menatap bendung yang selama ini menjadi nadi irigasi ribuan hektare sawah.

Sedimentasi pasir menumpuk, mempersempit alur, membuat air tak lagi mengalir optimal ke persawahan.

Pemerintah Kabupaten Batubara bersama BBWS Sumatera II, Forkopimda, DPRD Sumatera Utara, hingga perwakilan PT Indonesia Asahan Aluminium, Senin, 23 Februari 2026. Dampak yang terasa di Tanjung Muda, Tanah Merah, Brohol, hingga kawasan perkotaan.

 

Masa tanam padi sudah di depan mata harus disegerakan

Langkah darurat, harus cepat, dan terukur. “Air adalah soal waktu. Kalau terlambat, sawah tak menunggu,” kata Baharuddin di lokasi.

Nada suaranya tegas, tapi sarat keprihatinan. Ia tahu betul, jeda air berarti jeda hidup bagi petani. Karena itu, percepatan penanganan menjadi kata kunci.

Di lapangan, tiga unit alat berat dikerahkan. Tanah ditahan sementara. Geobox dipasang bukan solusi permanen, tetapi cukup untuk mengembalikan aliran agar saluran irigasi kembali terisi. Ini langkah darurat, sambil menyiapkan normalisasi teknis lanjutan.

Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenru, menjelaskan persoalan utamanya, sedimentasi yang tinggi menggerus kapasitas bendung.

“Kami bergerak bersama pemerintah daerah. Yang penting suplai air kembali berjalan, sambil desain teknis permanen disiapkan,” ujarnya.

Senada, Kasetker OP SDA Sumatera II, Indra Kurnia, menekan akan arti sinergi. Bendung ini, katanya, menopang irigasi di tiga kecamatan Air Putih, Sei Suka, dan Medang Deras. “Tanpa koordinasi lintas sektor, masalah irigasi bisa berlarut,” tegasnya.

Bagi petani, bendung bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah harapan yang mengalir ke petak-petak sawah.

Karena itu, kehadiran unsur Forkopimda, DPRD Sumatera Utara termasuk Yahdi Khoir hingga masyarakat setempat, menjadi penanda, negara hadir ketika air mulai surut.

Di Bendung Tanjung Muda, waktu tak bisa ditawar. Air harus kembali mengalir sekarang. Sebab di ujung saluran irigasi, ada padi yang menunggu tumbuh, dan ada hidup yang menggantungkan harapannya pada deras yang tak boleh lagi tersendat.

By: Erni Tanjung.

redaksipro

Recent Posts

Rp56 Miliar Lebih Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Tapsel Dibongkar RCW

TABAGSEL, PROMEDIA.NEWS - Dugaan korupsi penggunaan anggaran sebesar Rp56.759.233.839, tahun anggaran 2024 di Sekretariat DPRD…

30 Juni 2026

Hasil Audit BPK, Ditemukan Dugaan Pemufakatan Jahat Dalam PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), Rugikan Negara Miliaran Rupiah

RIAU, PROMEDIA.NEWS - Dugaan pemufakatan jahat dalam pengelolaan uang negara semakin terendus aromanya di PT.Pengembangan…

30 Juni 2026

Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan Gagalkan Dugaan Aksi Pencurian

BELAWAN, PROMEDIA.NEWS - Respons cepat ditunjukkan Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan setelah menerima informasi dari…

30 Juni 2026

LIPPSU: Setelah Cuti Umrah Mendadak, Faisal Mungkin Ingin Minta Izin Lagi Tak Hadiri Sidang Karena Kucingnya Melahirkan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

29 Juni 2026

Renovasi Galeri Dekranasda ‘One Stop Shopping’ Medan, Habiskan Anggaran Rp3 Miliar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Galeri Dekranasda berbiaya Rp 3 M di Lantai 3 Gedung Mall Pelayanan…

29 Juni 2026

Agha Novrian di Medan, Tamu dari Bapenda Manado Datang, Diabaikan?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026