Nasional

Dari Ikan Lele hingga Sapi: Laporan Terakhir Kepala BGN di Hadapan Prabowo

MEDAN, PROMEDIA. NEWS – Suasana Sidang Kabinet kala itu berlangsung seperti biasa. Para menteri dan kepala lembaga satu per satu menyampaikan laporan kepada Presiden. Di antara berbagai paparan yang disampaikan, ada satu laporan yang menarik perhatian, yakni pemaparan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Dengan penuh semangat, ia menjelaskan bagaimana program tersebut dijalankan di lapangan. Salah satu menu yang disajikan kepada para siswa adalah ikan lele utuh. Setiap anak mendapatkan satu ekor lele yang telah dibersihkan. Kepalanya dibuang, namun tubuh ikan diberikan utuh agar kandungan gizinya tetap maksimal.

Penjelasan itu membuat Presiden Prabowo Subianto tersenyum dan mengenang masa lalunya sebagai seorang prajurit.

“Lebih bagus daripada sewaktu saya jadi tentara dulu. Lelenya dipotong kecil-kecil. Luar biasa itu,” gumam Presiden, disambut tawa dan senyum para peserta sidang.

Tak hanya soal lele, Kepala BGN juga memaparkan kebutuhan daging sapi yang sangat besar untuk mendukung program tersebut. Ia menggambarkan skala program yang luar biasa.

Menurutnya, satu dapur pelayanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan pasokan daging yang setara dengan satu ekor sapi. Jika pada akhir tahun jumlah SPPG mencapai 19.000 unit, maka setiap hari dibutuhkan ribuan ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan protein anak-anak Indonesia.

Angka itu menunjukkan betapa besar dampak ekonomi yang diharapkan dari program makan bergizi. Bukan hanya memberikan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga menggerakkan peternak, nelayan, petani, hingga pelaku usaha pangan di seluruh daerah.

Kala itu, laporan tersebut menjadi gambaran optimistis tentang masa depan program yang digadang-gadang sebagai salah satu proyek strategis pemerintah. Sebuah program yang tidak hanya berbicara soal makanan di atas meja, tetapi juga tentang kesehatan generasil mendatang dan perputaran ekonomi rakyat.

Namun tak lama kemudian, publik dikejutkan oleh kabar yang berbeda. Sosok yang sebelumnya berdiri di ruang sidang kabinet menjelaskan kebutuhan lele dan sapi untuk anak-anak Indonesia, kini harus menghadapi proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa sebesar apa pun sebuah program, dan setinggi apa pun jabatan yang diemban, prinsip transparansi, integritas, dan akuntabilitas tetap menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Di satu sisi, Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi harapan bagi jutaan anak Indonesia. Di sisi lain, penegakan hukum menunjukkan bahwa pengelolaan uang rakyat harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Dari laporan tentang seekor lele untuk setiap anak hingga kebutuhan ribuan sapi setiap hari, kisah itu kini menjadi catatan penting dalam perjalanan salah satu program terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Sebuah catatan yang mengajarkan bahwa cita-cita besar harus selalu berjalan beriringan dengan tata kelola yang bersih dan amanah.

Laporan : Suardi, SH

redaksi2

Recent Posts

Gudang Gelap di Balik Kebun Sampali: Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Menguji Nyali Aparat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Di balik rimbunnya pepohonan dan akses jalan yang tertutup, sebuah bangunan…

23 Juli 2026

LIPPSU : Jangan Hanya Cari Pelaksana, Bongkar Rantai Keputusan, Periksa Dugaan Keteribatan Kahiyang Istri Mantan Walikota Medan Bobby Afif Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Medan 20/7/2026, kembali menghadirkan babak penting dalam…

23 Juli 2026

LIPPSU : BOBBY Seperti Anak TK, Ke 2 kalinya Boby Walk Out, sebelumnya Rapat Via Zoom dengan Kementerian Dalam Negeri

Gubernur merupakan Cermin Pemimpin Pemegang Kebijakan, Harus Jadi Teladan Mengelola Perbedaan. Forum Demokrasi Bukan Ruang…

23 Juli 2026

Zainal Sinambela : Waspada! “Broker Politik Cacat Etis” Ancam Kendalikan Golkar Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca Musda kembali disorot. Kader senior…

23 Juli 2026

Bea Cukai Medan Terus Kebobolan, AMPERAKSU Nilai Pengawasan Lemah karena Rokok Tanpa dan Tidak Sesuai Pita Cukai Masih Beredar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS -Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai maupun rokok yang diduga menggunakan pita cukai…

23 Juli 2026

Konspirasi Jahat Dalam Penyusunan RAB Perjalanan Dinas DPRD Tebing Tinggi 2026

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Diduga Ada Konsiparasi Jahat Dalam Menyusun Rencana Anggaran Belanja Perjalanan Dinas DPRD…

22 Juli 2026