Categories: Medan

Graha Merah Putih Medan di Geruduk Massa Kembali, Mitratel Permainkan Warga dan Ingkar Janji

MEDAN, PROMEDIA. NEWS – Gelombang aksi unjuk rasa kembali memanaskan kawasan Jalan Putri Hijau, Medan. Kelompok Masyarakat Cipta Kondisi Toleransi Tenggang Rasa, Sumatera Utara, hari ini (Selasa, 5/5) kembali mengepung Gedung Graha Merah Putih (GMP) setelah PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) dinilai ingkar janji terkait kesepakatan penanganan dampak menara telekomunikasi.

Aksi susulan ini dipicu oleh kekecewaan mendalam warga yang merasa dipermainkan oleh manajemen anak usaha Telkom tersebut.

Meski telah dilakukan aksi pada 20 April lalu, massa menilai tidak ada itikad baik maupun langkah konkret dari Mitratel untuk merealisasikan tuntutan warga.

“Mitratel Ingkar Janji”

Koordinator aksi, Steven Hot, menegaskan bahwa kesepakatan yang sempat dijanjikan pada pertemuan sebelumnya hanyalah cara perusahaan untuk meredam kemarahan sesaat tanpa ada eksekusi nyata.

“Kami datang lagi karena Mitratel telah ingkar janji! Mereka diduga sengaja mempermainkan nasib warga yang menjadi korban dampak tower ini.

Tidak ada kepastian soal pencabutan kaki menara, apalagi soal kompensasi kerusakan rumah warga. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap hak-hak masyarakat kecil,” teriak Steven dalam orasinya.

*Ancaman Eskalasi ke Jakarta*

Senada dengan Steven, Daniel selaku koordinator lapangan kembali mengingatkan bahwa pengabaian ini telah mencoreng semangat penegakan hukum dan keadilan yang tertuang dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Jika dalam waktu dekat tetap tidak ada kepastian hukum dan ganti rugi, kami pastikan aksi satu bulan penuh di Medan akan terus berlanjut.

Bahkan, kami sudah berkoordinasi untuk membawa massa yang lebih besar langsung ke Telkom Landmark Tower di Jakarta Selatan. Jangan sampai rakyat kecil yang harus menjemput keadilan ke pusat karena manajemen di daerah tidak becus,” tegas Daniel.

Dampak Aksi
Akibat aksi ini, arus lalu lintas di Jalan Putri Hijau No. 1, Kesawan, mengalami kemacetan panjang. Massa mengancam akan tetap bertahan hingga ada perwakilan manajemen yang memberikan dokumen tertulis yang menjamin pemenuhan tuntutan mereka.

Hingga berita ini dilaporkan, pihak PT Daya Mitra Telekomunikasi maupun pengelola Graha Merah Putih Medan masih bungkam dan belum bersedia menemui massa pengunjuk rasa untuk memberikan keterangan resmi.

Laporan : Roy

redaksi2

Recent Posts

Diduga Pemilik Rumah Mewah di Jalan Armada, Suap Satpol PP Medan, Bangunan Tetap Berjalan Meski 3 Kali Ditegur Camat Medan Kota

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pihak Kecamatan Medan Kota telah tiga kali melayangkan surat himbauan kepada pemilik…

25 Juni 2026

“Akrobat Politik” Tiada Henti Bobby Nasution, Awas Nanti Nyangkut Di Menara Tirtanadi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

25 Juni 2026

Rp38,5 Miliar Anggaran Makan Minum di Pemkab DS, LIPPSU Sindir Asri Ludin : “Bayar Pakai Daun, Jangan Pakai Uang Rakyat”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

25 Juni 2026

Pemkab Deliserdang Gelontorkan Rp38,5 Miliar Untuk Makan Minum, Gempar Sumut ‘Sentil’ Asri Ludin: Bayarnya Pakai Daun?

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pejuang Reformasi Sumatera Utara (Gempar Sumut) Fajar Rivana…

25 Juni 2026

Tak Transparan Tergusur Dari Peserta Jambore Nasional, Siswi SMPN 1 Tanjung Tiram Kecewa

BATU BARA, PROMEDIA.NEWS - Kekecewaan mendalam dirasakan Aliyah Aznur, siswi SMP Negeri 1 Tanjung Tiram,…

25 Juni 2026

LIPPSU : Massa Kumpulkan Uang Ganti Bendera Lusuh Usai Polemik Sholat di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polemik dugaan pelarangan sholat terhadap peserta aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga…

25 Juni 2026