Hukum

APMPEMUS Desak Aparat Usut Dugaan Bisnis Terselubung di PT Tembakau Deli Medica

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Aliansi Pemantau dan Pemerhati Masyarakat (APMPEMUS) mendesak Direksi PTPN I Regional I, Kejaksaan Agung RI, KPK RI, serta aparat penegak hukum lainnya untuk segera mengusut dugaan penyalahgunaan jabatan dan praktik bisnis terselubung di tubuh PT Tembakau Deli Medica (TDM), anak perusahaan PTPN I Regional I. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya indikasi pembangunan fasilitas usaha tanpa izin di area fasilitas kesehatan (faskes) Rambutan, Binjai, yang diduga melibatkan oknum internal perusahaan.

Ketua APMPEMUS, Iqbal SH, menegaskan bahwa pihaknya meminta pengusutan tuntas dugaan penyalahgunaan jabatan yang menyeret oknum Direktur PT Tembakau Deli Medica (TDM), anak perusahaan PTPN I Regional I.

Desakan tersebut disampaikan menyusul munculnya indikasi praktik bisnis terselubung di lingkungan perusahaan negara yang semestinya menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.

Dugaan Pembangunan Tanpa Izin di Area Faskes Rambutan Binjai
APMPEMUS mengungkap adanya dugaan pembangunan fasilitas usaha berupa kafe di area fasilitas kesehatan (faskes) Rambutan, Binjai. Pembangunan tersebut disebut tidak sesuai peruntukan lahan dan diduga tidak mengantongi izin resmi.

Bangunan yang sempat berdiri itu kemudian dibongkar karena diduga melanggar ketentuan perizinan yang berlaku. Namun, proses pembangunan yang sempat berjalan tanpa kejelasan legalitas menimbulkan dugaan adanya praktik di luar mekanisme resmi perusahaan.

Kondisi ini juga memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum internal yang memungkinkan proyek tetap berjalan tanpa pengawasan ketat.

Sumber menyebutkan, seorang pengusaha swasta berinisial “P” diduga telah mengeluarkan dana sekitar Rp70 juta untuk pembangunan tersebut. Namun setelah pembongkaran dilakukan, pihak pengusaha disebut mengalami kerugian karena proyek yang dijanjikan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, muncul dugaan adanya ketidakterimaan dari oknum Direktur PT TDM atas pembongkaran tersebut, yang memperkuat kecurigaan adanya kepentingan tertentu dalam proyek itu.

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dan Aliran Dana

APMPEMUS juga menyoroti dugaan adanya aliran dana kepada oknum pejabat perusahaan guna memperlancar proses pembangunan maupun pengurusan izin.

Jika dugaan tersebut terbukti, maka peristiwa ini tidak lagi sekadar pelanggaran administratif, melainkan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi.

Ketua APMPEMUS, Iqbal SH, menegaskan bahwa jabatan di lingkungan BUMN tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun bisnis terselubung.

“Kami melihat adanya dugaan penyalahgunaan jabatan, dugaan gratifikasi, serta praktik bisnis terselubung yang mencederai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Jika benar ada aliran dana untuk melancarkan izin, maka ini harus diusut tuntas,” tegasnya.

Desakan Tindakan Tegas

APMPEMUS mendesak agar seluruh pihak yang diduga terlibat segera diperiksa, termasuk pihak swasta yang disebut memberikan dana kepada oknum pejabat perusahaan.

Selain itu, APMPEMUS juga meminta Direksi PTPN I Regional I untuk mengambil langkah tegas, antara lain:

Mencopot oknum Direktur PT TDM dari jabatannya

Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola PT TDM

Membentuk tim investigasi internal independen

Menyerahkan seluruh temuan kepada aparat penegak hukum

Memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum

“Kami tidak ingin BUMN dijadikan ruang praktik bisnis terselubung. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan kelompok tertentu,” tutup Iqbal.

APMPEMUS menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta Kejaksaan Agung RI, KPK RI, serta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional.

Laporan: Tim

redaksi2

Recent Posts

SPPG Silalas Yayasan Sabda Peduli Gizi Diduga Korupsi Upah Tenaga Kerja

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) menyoroti dugaan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan…

12 Juni 2026

LIPPSU : Uang Intensif Pegawai Rp38 M Raib, Upah Pungut Kepling Rp10 M Lenyap

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Pajak Sumut 2026…

12 Juni 2026

8 Tahun Berlalu, PT Sompo Tak Kunjung Bayar Klaim Asuransi Nasabah Meski Telah Inkrah

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Klaim asuransi yang diajukan pemegang polis MD-FPR-000293-000002017-08, Halomoan H, selaku nasabah PT…

12 Juni 2026

Tangan Dan Kaki Melayang Karena Tersinggung Di Jalan, Marajohan Laporkan Oknum Anggota DPRD Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

12 Juni 2026

LIPPSU: Pasien BPJS Nyaris Kehilangan Nyawa, Rumah Sakit Terapkan Birokrasi Berbelok-belok Seperti Jalan Layang Kelok 9 Di Sumbar

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM…

12 Juni 2026

Ratama Sumbayak : Periksa 26 Pajabat Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kajagung Burhanuddin Harus Tegas

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran Ratama Saragih, S.H, CCF menyampaikan desakannya kepada…

11 Juni 2026