LIPPSU: Hasyim Turun Langsung Tinjau Jalan Rusak di Marelan, Yang Lain Cuma Pintar Ngoceh dan Cakap Cakap Aja

Sumut33 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari A.M Sinik mengapresiasi langkah Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Hasyim SE, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Medan Utara, karena turun langsung meninjau kerusakan Jalan Veteran Pasar IX/Jalan Marelan Raya, perbatasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Menurut LIPPSU, aksi nyata seperti itu lebih dibutuhkan masyarakat dibanding sekadar komentar tanpa tindak lanjut.

“Ini contoh Hasyim turun langsung tInjau jalan rusak DI Marelan, yang lain cuma pintar ngoceh dan cakap cakap aja,” sindir Azhari.

Azhari mengatakan, langkah Hasyim seharusnya menjadi contoh bagi anggota DPRD lainnya untuk lebih banyak melihat langsung kondisi di lapangan dan memperjuangkan solusi melalui fungsi penganggaran maupun pengawasan.

“Hal seperti ini harus diikuti anggota DPRD lainnya. Setelah turun ke lapangan, perjuangan harus dilanjutkan dengan mendorong alokasi anggaran peningkatan jalan agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” ujar Azhari Sinik, Jumat (31/7).

BACA JUGA :  LIPPSU: Merebut Proyek Tipu Muslihat Rp 484 M Bangun RS Haji

Saat meninjau lokasi, Hasyim mengapresiasi aksi gotong royong warga, yayasan sosial, dan komunitas yang secara swadaya menimbun jalan berlubang menggunakan puluhan truk material demi mengurangi risiko kecelakaan.

Namun, ia menegaskan penimbunan tersebut hanya bersifat darurat karena ruas Jalan Veteran Pasar IX merupakan jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hasyim mendesak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut segera melakukan pengaspalan atau pembetonan permanen sebelum musim hujan tiba.

*JALAN RUSAK DIBUAT ASAL JADI*

Drainase tidak berfungsi optimal, sehingga air hujan sering menggenangi badan jalan dan mempercepat kerusakan lapisan aspal.
Tingginya volume kendaraan bertonase besar, terutama truk logistik yang melintas setiap hari, membuat struktur jalan cepat mengalami kerusakan.

Status sebagai jalan provinsi menjadikan penanganannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK).
Ruas Jalan Veteran Pasar IX/Jalan Marelan Raya merupakan jalan provinsi, sehingga pembiayaan pembangunan dan pemeliharaannya berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas BMBKCK Provinsi Sumut.
Dalam APBD Tahun 2026, Dinas BMBKCK Sumut mengelola anggaran infrastruktur sekitar Rp1,37 triliun untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan serta program infrastruktur lainnya.

BACA JUGA :  Desak Mundur dan Ganti Kerugian Akibat Blackout, LIPPSU: GM UID PLN Sumut Mundhakir Salman Jangan "Lari Malam"

Reaksi Masyarakat
Warga, yayasan sosial, dan komunitas melakukan gotong royong menimbun jalan berlubang secara swadaya karena kerusakan dinilai sudah sangat membahayakan pengguna jalan.
Puluhan dump truck material dikerahkan untuk menimbun dan memadatkan lubang agar dapat dilalui kendaraan serta mengurangi risiko kecelakaan.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen melalui pengaspalan atau pembetonan, karena penimbunan hanya bersifat sementara.

*Pekerjaan Permananen*

Menurut Hasyim, jika perbaikan menunggu APBD Perubahan, pelaksanaannya diperkirakan baru berlangsung pada Oktober atau November. Karena itu, ia berharap pekerjaan permanen dapat segera dialokasikan melalui APBD murni agar keselamatan pengguna jalan dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.

BACA JUGA :  LIPPSU: Devisa Negara Bocor Keliling Akibat Mafia Bisnis Sawit, Ada Nama Adik Prabowo

LIPPSU juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan jalan yang telah dialokasikan melalui APBD Sumut Tahun Anggaran 2026 pada Dinas BMBKCK. Menurut Azhari, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana anggaran tersebut digunakan, mengingat masih banyak ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan berat, termasuk Jalan Veteran Pasar IX.

Berdasarkan dokumen anggaran, Dinas BMBKCK Sumut pada 2026 mengelola anggaran infrastruktur sekitar Rp1,37 triliun, yang di antaranya dialokasikan untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan provinsi. Namun, kondisi jalan di sejumlah titik masih menjadi sorotan publik sehingga diperlukan transparansi pelaksanaan program serta percepatan realisasi pekerjaan.

Hasyim berharap aksi swadaya masyarakat menjadi pengingat bagi pemerintah agar lebih responsif terhadap persoalan infrastruktur. Menurutnya, masyarakat telah menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong. Kini saatnya pemerintah menjalankan tanggung jawabnya melalui perbaikan jalan yang permanen demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran perekonomian kawasan Medan Utara.

Penulis : Heriyanto

Posting Terkait

Jangan Lewatkan