Ragam

Seharusnya Rumah Kita Merupakan Miniatur Suasana Rumah Surga Kita

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Oleh: Ust Abdul Latif Khan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Rumah seorang mukmin bukan sekadar tempat makan, tidur, dan berkumpul. Rumah adalah tempat pertama yang seharusnya memantulkan cahaya iman.

Jika kita berharap memiliki rumah di surga, maka rumah kita di dunia seharusnya menjadi miniatur kecil dari rumah surga yang kita rindukan.

Rumah yang Dipenuhi Salam

Penghuni surga saling menyapa dengan kedamaian.

Di rumah kita, jangan biarkan kata-kata kasar lebih sering terdengar daripada ucapan yang lembut.

Jangan sampai anak-anak lebih sering mendengar bentakan daripada doa.

Jangan sampai pasangan lebih sering menerima kritik daripada penghargaan.

*Rumah yang Dipenuhi Zikir dan Al-Qur’an*

Surga adalah tempat yang dipenuhi pujian kepada Allah.

Maka rumah kita hendaknya hidup dengan lantunan Al-Qur’an, doa, dan zikir.

Bukan hanya dipenuhi suara televisi, gawai, dan pertengkaran.

Rumah yang jarang mengingat Allah akan mudah kehilangan keberkahan.

Rumah yang Dipenuhi Kasih Sayang

*Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling lembut kepada keluarganya*

Surga tidak dibangun di atas kemarahan.

Surga dibangun di atas cinta, maaf, dan kasih sayang.

Karena itu, jangan pelit memeluk anak.

Jangan pelit mengucapkan terima kasih kepada pasangan.

Jangan pelit meminta maaf ketika bersalah.

Rumah yang Menenangkan Hati

Allah menggambarkan surga sebagai tempat yang menenteramkan.

Ketika seseorang pulang ke rumahnya, ia seharusnya merasakan ketenangan.

Bukan ketakutan.

Bukan tekanan.

Bukan suasana yang membuatnya ingin segera pergi.

Jadilah sebab ketenangan bagi keluarga yang Allah titipkan kepada kita.

Rumah yang Dipenuhi Ibadah

Di surga tidak ada kemaksiatan.

Karena itu, jangan jadikan rumah sebagai tempat yang mengundang murka Allah.

Biarkan rumah kita mengenal suara shalat malam.

Biarkan rumah kita menjadi tempat anak-anak belajar mencintai Al-Qur’an.

Biarkan rumah kita menjadi saksi sujud-sujud terbaik kita.

*Muhasabah*

Kita semua merindukan rumah di surga.

Namun pertanyaannya:

Jika suasana rumah kita hari ini dipindahkan ke surga, apakah kita akan nyaman tinggal di dalamnya?

Jika jawabannya belum, maka masih ada waktu untuk memperbaikinya.

Mulailah dari senyum yang lebih tulus.

Mulailah dari kata-kata yang lebih lembut.

Mulailah dari shalat berjamaah yang lebih terjaga.

Karena sesungguhnya, rumah yang paling indah bukanlah rumah yang paling mewah, tetapi rumah yang paling dekat dengan Allah.

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Editor : Ust M. Ismail Chair Tanjung, SH.I

redaksi2

Recent Posts

Gudang Gelap di Balik Kebun Sampali: Dugaan Penimbunan BBM Subsidi Menguji Nyali Aparat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Di balik rimbunnya pepohonan dan akses jalan yang tertutup, sebuah bangunan…

23 Juli 2026

LIPPSU : Jangan Hanya Cari Pelaksana, Bongkar Rantai Keputusan, Periksa Dugaan Keteribatan Kahiyang Istri Mantan Walikota Medan Bobby Afif Nasution

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Medan 20/7/2026, kembali menghadirkan babak penting dalam…

23 Juli 2026

LIPPSU : BOBBY Seperti Anak TK, Ke 2 kalinya Boby Walk Out, sebelumnya Rapat Via Zoom dengan Kementerian Dalam Negeri

Gubernur merupakan Cermin Pemimpin Pemegang Kebijakan, Harus Jadi Teladan Mengelola Perbedaan. Forum Demokrasi Bukan Ruang…

23 Juli 2026

Zainal Sinambela : Waspada! “Broker Politik Cacat Etis” Ancam Kendalikan Golkar Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca Musda kembali disorot. Kader senior…

23 Juli 2026

Bea Cukai Medan Terus Kebobolan, AMPERAKSU Nilai Pengawasan Lemah karena Rokok Tanpa dan Tidak Sesuai Pita Cukai Masih Beredar

MEDAN, PROMEDIA.NEWS -Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai maupun rokok yang diduga menggunakan pita cukai…

23 Juli 2026

Konspirasi Jahat Dalam Penyusunan RAB Perjalanan Dinas DPRD Tebing Tinggi 2026

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Diduga Ada Konsiparasi Jahat Dalam Menyusun Rencana Anggaran Belanja Perjalanan Dinas DPRD…

22 Juli 2026