Oleh : Ust Abdul Latif Khan
MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Serial Muhasabah dari Mihrab Maya hari ini adalah mengurai dan mencari tahu tentang siapakah penghuni neraka. Hal ini untuk mengkoreksi dan mengevaluasi serta mengintropeksi diri kita sendiri. Banyak umat yang beribadah dalam keriahan dan tidak ikhlas.
Dengan ibadah yang dijalankannya, ia merasa yakin akan keselamatan dirinya.
A. Ketika Kita Terlalu Yakin Akan Selamat…
Ada satu penyakit hati yang sering tidak kita sadari, yaitu merasa diri “pasti selamat”.
Kita melihat neraka seolah hanya dihuni oleh orang lain. Seolah-olah api itu tidak mungkin menyentuh kita.
Padahal Allah telah memperingatkan dengan sangat jelas:
> “Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”
(QS. Al-Baqarah: 24)
Ayat ini bukan hanya ancaman, tapi panggilan untuk sadar.
Bahwa bahan bakar neraka, bukan hanya batu, tapi manusia, bisa jadi kita sendiri.
B. Mereka yang Rajin Ibadah, Tapi Terjatuh
Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan tentang orang-orang yang tampak shalih, namun akhirnya tersungkur :
> “Sesungguhnya ada seseorang yang melakukan amalan ahli surga menurut pandangan manusia, padahal ia termasuk penghuni neraka…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa menggetarkan :
– Ada yang shalat.
– Ada yang berdakwah.
– Ada yang menangis dalam doa.
Namun hatinya rusak.
Niatnya tercampur riya.
Amalnya mencari pujian.
Ia hidup untuk dilihat manusia, bukan untuk dilihat Allah.
Dan di akhir, semua itu tidak bernilai.
C. Penghuni Neraka yang Pertama Kali Dihisab
Rasulullah ﷺ menyebutkan tiga golongan pertama yang diadili dan dimasukkan ke dalam neraka :
1. Orang alim (berilmu)
2. Orang yang berjihad
3. Orang yang dermawan
Namun mereka dilempar ke neraka, Mengapa?
Karena amal mereka bukan untuk Allah, tetapi untuk dipuji :
– Dia disebut alim…
– Dia disebut pemberani
– Dia disebut dermawan
Dan Allah berkata :
“Kalian telah mendapatkan apa yang kalian inginkan di dunia.”
(HR. Muslim)
D. Dosa yang Diremehkan, Menjadi Api yang Membakar
Banyak penghuni neraka bukan karena dosa besar yang menggemparkan,
tapi karena dosa kecil yang diremehkan.
– Pandangan yang tidak dijaga.
– Lisan yang suka melukai.
– Ghibah yang dianggap biasa.
– Dendam yang dipelihara.
Rasulullah ﷺ bersabda :
> “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang tidak dipikirkan, yang karenanya ia terjerumus ke dalam neraka lebih jauh dari jarak timur ke barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Satu kalimat, bisa menyeret ke neraka.
Lalu bagaimana dengan ratusan, ribuan, yang kita ucapkan tanpa takut ?
E. Tangisan yang Terlambat
*Di neraka, tidak ada lagi kesempatan.*
– Tidak ada lagi sujud.
– Tidak ada lagi taubat.
– Tidak ada lagi istighfar.
Yang ada hanya penyesalan :
> “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh, berbeda dengan apa yang dahulu kami kerjakan…”
(QS. Fathir: 37)
Tapi semuanya sudah terlambat…
Air mata di dunia yang tidak pernah jatuh karena Allah, akan berubah menjadi lautan penyesalan di akhirat.
F. Siapa Mereka?
Para penghuni neraka itu,
bukan hanya orang kafir.
Di dalamnya ada:
– Orang yang tahu tapi tidak mengamalkan
– Orang yang beramal tapi tidak ikhlas
– Orang yang banyak dosa tapi tidak pernah bertaubat
– Orang yang zalim tapi merasa benar
– Orang yang hidup jauh dari Allah, tanpa rasa takut
– Dan yang paling menakutkan…
– Mereka dulu pernah merasa :
“Aku tidak mungkin masuk neraka…”
G. Muhasabah: Jangan Tunggu Api Itu Menyapa
Saudaraku…
– Kita tidak tahu akhir hidup kita.
– Kita tidak tahu bagaimana Allah menutup usia kita.
Maka jangan tunda taubat.
– Jangan tunggu hidayah.
– Jangan merasa aman.
Menangislah sekarang, sebelum kita menangis di tempat yang tidak berguna.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup :
– Masih Ada Harapan.
– Selama nafas masih berhembus.
– Pintu taubat masih terbuka.
Selama hati masih bisa bergetar, itu tanda Allah masih memanggil kita.
Jangan jadi penghuni neraka, hanya karena kita menunda kembali kepada-Nya.
Karena bisa jadi, hari ini adalah kesempatan terakhir.
Dan esok, kita sudah menjadi cerita.
Serial Muhasabah dari Mihrab Maya bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menyelamatkan hati yang hampir mati.
Editor : Ust M Ismail Chair Tanjung, SH.I
Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia yang hidup pasti meninggal…
Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Banyak orang memandang kubur sebagai akhir…
DELI TUA, PROMEDIA. NEWS - Kristina (55) warga Kelurahan Delitua Timur melaporkan dua anak tirinya…
Oleh : Suardi, SH MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pernyataan mantan Wakapolri, Komjen Pol. (Purn.) Oegroseno, dalam…
MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Nama Paryono tentu tidak asing bagi kalanganv pecinta bola voli Indonesia,…
BERASTAGI, PROMEDIA.NEWS - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)…