Targetkan Pencegahan Banjir dan Pemulihan Ekonomi, Menteri Pertahanan Pantau Pengerukan Sedimentasi di Muara Kuala Aceh Tamiang

By : Syafaruddin Sikumbang

News131 Dilihat

Aceh Tamiang, 14 Februari 2026.

ACEH TAMIANG, PROMEDIA.NEWS | Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung proses pengerukan sedimentasi di Muara Kuala, Aceh Tamiang, Kamis (12/2). Kegiatan ini dilakukan oleh personel TNI yang tergabung dalam Satgas Kuala, sebagai bagian dari respons pasca-bencana di wilayah tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat, Menteri Sjafrie menekankan bahwa pengerukan sedimentasi bukan sekadar upaya pemulihan, tetapi juga langkah strategis mitigasi banjir.

BACA JUGA :  Menyusuri Jejak BTT Rp.174,5 Miliar Di Balik Banjir Di Kota Medan

“Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik,” ujar Sjafrie.

Pengerukan sedimentasi di muara dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air dari hulu ke laut. Dengan berkurangnya endapan lumpur, risiko luapan air yang dapat menggenangi permukiman warga di kawasan hilir dapat diminimalkan. Kondisi ini penting untuk memastikan keamanan lingkungan dan mencegah bencana banjir berulang.

BACA JUGA :  LIPPSU : Hari May Day Jangan Menjadi Serimonial Belaka, Perlu Tindakan Nyata

Selain aspek mitigasi, Menteri Sjafrie juga menekankan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan setempat. Dengan kedalaman aliran sungai yang terjaga, kapal nelayan dapat beraktivitas lebih lancar tanpa harus menunggu pasang tinggi. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi waktu, menekan biaya operasional, dan mendongkrak produktivitas nelayan.

“Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi,” jelas Sjafrie.

BACA JUGA :  Laporan Khusus: Membedah Anatomi "Cacat Formil" dan Runtuhnya Legitimasi Kekuasaan

Proses pengerukan di Muara Kuala ini diharapkan dapat berjalan lancar sehingga pemulihan wilayah pasca-bencana Aceh Tamiang bisa lebih optimal. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa penanganan bencana dilakukan secara menyeluruh, menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

By: Syafaruddin Sikumbang.