SIMFONI YANG SUMBANG — Misteri Gitar Listrik dan Kacamata Retak

Laporan Khusus : Lhynaa Marlinaa (Marlina)

News171 Dilihat

Jakarta, 5 Februari 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Ada yang janggal dari kepingan puzzle masa lalu ini. Kita sering disuguhi cerita sedih: Kisah kemiskinan, rumah pinggir kali, hingga kacamata retak yang tak terbeli karena tak punya uang. Narasi yang menyentuh hati, bukan?

Tapi tunggu dulu.

Di sisi lain, muncul narasi kebanggaan tentang hobi musik cadas, lengkap dengan Gitar Listrik di era 80-an.

🎸 Mari Pakai Logika Sederhana:

BACA JUGA :  Aceh Terendam, Langsa Gelap: Negara ke Mana Saat Tiga Tower Tumbang

Di tahun 80-an, gitar listrik adalah barang mewah. Harganya selangit, belum lagi amplifier-nya. Hanya anak orang kaya yang bisa memilikinya.

Pertanyaannya:

Bagaimana mungkin seseorang mampu membeli instrumen musik mahal, tapi di saat bersamaan mengaku tak mampu mengganti kacamata yang merupakan kebutuhan primer matanya?

Apakah gitar itu cuma properti foto? Atau cerita kemiskinan itu yang cuma “naskah drama”?

Misteri Wajah & Nama

BACA JUGA :  Ada Apa, Pemprovsu Langgar Komitmen dan Aturan, Stop Anggaran Bantuan Hibah Pembangunan Gedung Kejati Sumut

Belum lagi soal fisik. Kadang Mulyono, kadang Jack. Kadang berkumis tebal belah tengah, kadang klimis belah samping.

Perbedaan ini bukan sekadar ganti gaya, tapi seperti melihat dua sosok berbeda dalam satu lini masa kehidupan.

Tabu Transparansi

Dan puncaknya: Selembar Ijazah.

Di negara demokrasi, riwayat pendidikan pejabat harusnya jadi kebanggaan yang dipajang. Tapi di sini? Ia diperlakukan seperti dokumen rahasia negara, atau “aib” yang disembunyikan rapat-rapat.

BACA JUGA :  Sedang "Hot" Pergeseran Anggaran, Dewi Fitriana Pertanyakan Sumber dan Total Nominal Anggaran Sekolah Gratis

Semakin ditutupi, semakin liar spekulasi rakyat.

KESIMPULAN:

Kita seperti sedang menonton teater kolosal.

Pertanyaannya bukan lagi “Siapa yang main gitar?”, tapi “Sampai kapan kita dipaksa percaya pada skenario yang penuh lubang ini?”

Logika rakyat tidak bisa dibohongi selamanya.

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina) https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV  Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang,