Categories: News

Perang Iran-Israel (AS) Hari Ke-28; Keangkuhan Israel mulai Runtuh

TIMUR TENGAH, PROMEDIA.NEWS | Perang Iran-Israel (AS) masuk hari ke 27 atau jam 608 dan pekan keempat. Langit Iran tak lagi meraung nyaring seperti sebelumnya. Serangan Israel mulai melemah drastis, menyisakan jejak sunyi yang menyasar pasar ikan dan gedung-gedung kosong-sebuah pertanda jelas: keangkuhan udara mereka mulai patah.

Sebaliknya, menurut berbagai sumber– Iran justru menebar badai. Balistik mereka menghujam tempat- tempat strategis Israel setiap beberapa jam sekali, seperti tak memberi jeda. Menjelang magrib kemarin, pembangkit listrik Israel “Hadera Thermal Power Plant” di Khaedira dihancurkan oleh Iran. Akibatnya, sekian banyak kawasan Israel gelap gulita.

Kemudian Iran menjinakkan pusat agrobisnis Isreal: “Rotem” yang selama ini dijadikan pusat penelitian dan pengembangan pertanian dan pupuk Israel. Konon di Rotem pula, tempat itu dijadikan pusat produksi bahan bakar nuklir Israel yang selama ini ditutup-tutupi.

Selain itu, Iran juga menyerang Bandara Internasional Ben Gurion. Sebelum serangan itu, Iran sudah meminta warga sipil menjauh dari bandara. Ben Gurion adalah bandara dengan dwi-fungsi. Selain untuk penerbangan sipil, juga sebagai pangkalan militer Isrel. Jadi, pertahanan udara Israel, yang dulu dianggap benteng langit, kini rapuh dan terengah-engah.

Mengapa berbalik arah? Ketakutan adalah jawabannya. Iran sepekan ini telah berhasil menjiinakkan pesawat- pesawat tempur canggih, dari F-16 hingga F-35 kebanggaan Israel, juga menghancurkan helikopter- helikopter Blackhawk milik AS yang di parkir di pangkalan militer AS Victoria Base di Irak. Kedua peristiwa itu seakan pertanda, bahwa langit Iran kini menjadi “zona haram” bagi pilot-pilot Israel dan Amerika yang takut tak kembali. Pemicu kedua adalah game changer nyata: bom cluster Iran. la menari-nari melampaui Iron Dome, menghancurkan kota-kota Israel tanpa bisa dicegat.

Di balik layar, kepanikan melanda. AS dan Israel memaksa negosiasi, namun Iran bergeming-tiada respon positif untuk meja runding. Trump dan Netanyahu kini terjebak deadlock. Netanyahu bersikeras melanjutkan perang hingga nuklir Iran musnah, sementara Trump melunak, terhimpit tekanan internasional dan ekonomi yang mencekik.

Israel kini terjebak dalam posisi yg sulit dan defensif. Rudal mereka yang super mahal terus meneruus terpaksa harus beradu dengan rudal murah Iran, ini tentu menguras energi dan ekonomi secara signifikan. Iran tak sendirian; belakangan Hizbullah dan Hasyad Sya’bi ikut terus menekan tanpa henti.

Fasilitas militer AS dan radar canggih di kawasan kini banyak yang runtuh. Serangan yang tak mampu membidik jantung kepemimpinan dan infrastruktur bawah tanah Iran, hanyalah angin lalu. Kemampuan AS- Israel untuk melakukan pembunuhan politik, yang dipamerkan di awal perang, kini tumpul.

Dengan sekaratnya ultimatum AS 48 jam, lalu melunak 5 hari dan negosiasi yang tak berjalan seperti yang diharapkan Trump, hari-hari ke depan mulai hari ke 27 ini sepertinya adalah hari-hari yang lebih berat bagi Israel. Saat langit mereka tak lagi aman, dan balistik Iran terus jatuh tanpa henti, kini kita sedang menyaksikan pergeseran peta kekuatan yang sesungguhnya. Wallahu’alam

Laporan: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

ULAMA AKHIRAT

Oleh: Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ulama akhirat bukan sekadar orang yang banyak…

17 Juli 2026

Antrean Solar Berjam-jam Telan Korban Jiwa, Krisis BBM di Sumatra Kian Mengkhawatirkan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, masih terjadi di sejumlah…

17 Juli 2026

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026