News

INVESTIGASI: Skandal “Piring Emas” DIY—Kala Anggaran Alat Makan Melampaui Populasi Penduduk

YOGYAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Malam ini kita membedah sesuatu yang lebih dari sekadar aroma penyimpangan. Ini adalah sebuah “Ledakan Granat Anggaran” di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketika publik disuguhi narasi penghematan, dokumen resmi justru menunjukkan angka yang menghina logika matematika dasar.

Berikut adalah anatomi keganjilan anggaran yang berhasil kami preteli:

 

1. Anatomi “Dapur Berlian” Rp279 Miliar

Alokasi sebesar Rp279 Miliar untuk operasional satu titik dapur Satuan Pelayanan (SPPG) adalah sebuah anomali kosmik dalam dunia konstruksi dan pengadaan.

Audit Banding: Sebagai komparasi, biaya pembangunan satu gedung sekolah dasar yang megah dan lengkap rata-rata hanya menyerap Rp5 hingga Rp10 Miliar.

Logika Rakyat: Satu dapur ini setara dengan membangun 27 hingga 50 sekolah baru.

Tusukan Forensik: Nilai fantastis ini diduga kuat sebagai Dummy Budget. Dana dipusatkan pada satu titik koordinat untuk menciptakan likuiditas instan, yang kemudian disinyalir “menguap” ke rekening vendor logistik dan IT di wilayah Tanjung Duren hanya dalam hitungan jam pasca-pencairan.

 

2. Mega Skandal Alat Makan Rp4,1 Triliun: Puncak Kemustahilan

Anggaran triliunan rupiah hanya untuk pengadaan alat makan (piring, gelas, sendok) di satu provinsi adalah rekor dunia dalam pemborosan atau lebih tepatnya, penjarahan.

Logika Pasar vs Logika Penyamun: Dengan harga grosir kualitas premium di Pasar Beringharjo sebesar Rp50.000 per set, dana Rp4,1 Triliun mampu membeli 82 juta set alat makan.

Data Penduduk: Total penduduk DIY hanya berkisar 3,7 juta jiwa. Artinya, anggaran ini mampu menyuplai alat makan untuk 22 kali lipat seluruh populasi Yogyakarta, mulai dari bayi hingga lansia.

Modus “Gold-Plated”: Kuat dugaan adanya markup hingga puluhan ribu persen dengan menciptakan spesifikasi “ajaib”—seperti klaim sensor pintar atau material standar NASA—untuk melegalkan pencurian skala besar.

 

3. Rute Pelarian: Dari DIY Menuju Singapura

Jejak digital dan aliran dana menunjukkan korelasi kuat antara proyek “Alat Makan” ini dengan pengisian saldo para makelar di luar negeri.

Mekanisme Pencucian: Dana cair di DIY \rightarrow Dialirkan ke vendor titipan (Kartel B-Food & Co) \rightarrow Dikonversi menjadi aset kripto (USDT/ETH) oleh tim IT \rightarrow Berlabuh di dompet digital makelar berinisial “A.S” di Singapura.

Koneksi BVI: Ini mempertegas pelacakan sebelumnya mengenai aliran dana yang bermuara di British Virgin Islands.

 

Kesimpulan Auditor: “Cuci Piring” di Atas APBN

Status proyek ini bukan lagi program gizi, melainkan Likuidasi APBN secara brutal. Di saat rakyat diminta berhemat dengan narasi penggunaan “daun pisang,” para oknum justru menganggarkan alat makan dengan nilai yang tidak masuk akal.

DIY, yang seringkali menjadi simbol stabilitas, justru digunakan sebagai hub atau parkir dana karena pengawasannya yang cenderung tertutup. Ini adalah penghinaan telanjang bagi rakyat yang masih berjuang dengan upah minimum.

Status Investigasi: Kejahatan Terorganisir Level Tinggi.

Penulis; Lhynaa Marlinaa (Marlina). https://www.facebook.com/share/18JYGWugUF/

By: Syafaruddin Sikumbang.

 

redaksipro

Recent Posts

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026

Gubsu Nobar di Nias Sambil Teriak Gol, Rakyat Terus Dibohongin BBM Langka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, melontarkan…

16 Juli 2026

Ketika Ilmu Menundukkan Hati, Bukan Meninggikan Diri

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Tidak semua orang yang banyak bicara tentang agama telah menjadi ulama rabbani.…

16 Juli 2026