Medan, 4 Februari 2026.
JAKARTA, PROMEDIANEWS | Di mata publik, jalan politik yang ditempuh dua mantan presiden ini tampak berseberangan. Susilo Bambang Yudhoyono memilih menarik diri secara perlahan dari hiruk-pikuk politik praktis. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk keluarga, kegiatan pribadi, serta peran-peran nonstruktural yang tidak lagi bersentuhan langsung dengan mesin partai.
Berbeda dengan Joko Widodo. Meski kehadirannya di Rakernas PSI disebut sebatas memberi motivasi, penampilannya justru menunjukkan keterlibatan yang masih cukup intens. Jokowi tidak hanya berbicara soal semangat, tetapi juga menyentuh penguatan struktur partai hingga tingkat bawah, bahkan menyatakan kesiapan untuk turun langsung ke daerah.
Situasi ini memunculkan tanda tanya di ruang publik: apakah Jokowi benar-benar sekadar berbagi pengalaman, atau masih ingin menjaga pengaruh dan posisi dalam arena politik praktis pasca-kekuasaan?
🗣️ Jika satu mantan presiden bisa menikmati masa pensiun politik tanpa kegaduhan, mengapa yang lain masih merasa perlu hadir, berbicara, dan menggerakkan roda partai?
By: Syafaruddin Sikumbang,











