Mantan Kajari Madina Novan Hadian Bantah Keras Tudingan Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Internet Desa ‘Smart Village’ 2023

Hukum44 Dilihat

MADINA, PROMEDIA.NEWS – Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mandailing Natal (Madina), Novan Hadian, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan internet desa atau Smart Village tahun 2023. Melalui sambungan telepon, Kamis (30/7/2026).

Novan menegaskan dirinya tidak pernah ikut campur dalam proyek tersebut. “Saya membantah keras tudingan itu. Saya tidak pernah ikut campur dalam proyek Smart Village,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bocor Luar Dalam Akibat Aksi “Tipu-Tipu” Kredit di Bank Mandiri Tembus Rp 2 T, Dana Simpanan Masyarakat Terkuras

Novan yang kini menjabat Asisten Pengawasan (Aswas) di Kejaksaan Tinggi Jambi juga membantah pernah mengarahkan proyek itu kepada pihak tertentu. Ia menyebut tudingan yang menyebut dirinya mengenal atau mengarahkan proyek kepada nama-nama tertentu adalah tidak benar.

“Saya tidak kenal mereka itu,” tegasnya. Novan menuturkan, proyek Smart Village merupakan murni program Pemerintah Kabupaten Madina. Menurutnya, Kejaksaan tidak pernah ikut campur dalam proses apa pun terkait proyek tersebut.

BACA JUGA :  LIPPSU: 54 Cek Palsu Rp123,2 Miliar dari Bank Mandiri Cair, Lancar Seperti Jalan Tol, Gak Ada Polisi dan Lampu Merah

“Kalau memang saya terlibat, pasti dari kepala desa atau camat ada yang bicara. Silakan telusuri,” katanya.

Ia juga menyebut selama ini Kejari Madina kerap dicatut atau “dijual” oleh pihak tertentu untuk kepentingan mendapatkan proyek.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi Smart Village tahun 2023 saat ini telah menetapkan dua tersangka dan tengah berproses menuju persidangan di Pengadilan Tipikor PN Medan.

BACA JUGA :  Mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah Akhirnya Resmi Ditahan di Rutan KPK, Tanpa Rompi

Laporan : Amir Nasution