Sumut

LIPPSU : Bilang Saja Negara Sudah Menyerah Tangani Bencana di Sumut

Laporan : Heriyanto Budi

Medan, 20 Desember 2025.

“Potret Telanjang Absennya Negara di wilayah Terluar Bencana”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Lambannya penanganan bencana alam di Sumatera Utara kembali menuai kritik keras. Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M. Sinik, menyatakan keprihatinan mendalam atas sikap pemerintah pusat yang dinilai belum menunjukkan keseriusan nyata dalam menangani penderitaan warga, khususnya di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Kalau memang sudah tidak sanggup, bilang saja ke publik. Jangan biarkan masyarakat menunggu dalam ketidakpastian,” tegas Azhari yang akrab disapa Ari, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Ari, hingga memasuki minggu ketiga pascabencana, masih banyak wilayah terdampak terparah yang belum tersentuh bantuan. Ia menilai pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkesan hanya melakukan kunjungan seremonial, tanpa pemetaan jelas terhadap titik-titik paling kritis.

“Harus dipahami dulu mana wilayah yang paling parah. Jangan asal berkunjung. Masih banyak titik lokasi yang belum terjamah, termasuk di Tapteng,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ari merespons aksi kemanusiaan Anggota DPD RI asal Sumut, Pdt. Penrad Siagian, yang secara langsung turun ke lapangan mendistribusikan bantuan sembako, sayur-sayuran, dan pakaian kepada warga dari Aek Manuhar, Simarpinggan, dan Sipakpahi, Rabu (17/12/2025).

Ironisnya, ratusan warga dari tiga wilayah terisolir itu harus menempuh perjalanan berjam-jam melintasi medan berat dan perbukitan hanya untuk mengambil bantuan lebih dari tiga ton yang disalurkan secara mandiri oleh Penrad Siagian. Fakta ini, menurut LIPPSU, menjadi potret telanjang absennya negara di wilayah-wilayah terluar bencana.

“Relawan dan masyarakat sipil justru bergerak lebih cepat. Pemerintah jangan hanya mengandalkan dinas dan BNPB sementara anggaran di manipulasi. Libatkan relawan yang paham medan. Jangan kirim bantuan tanpa arah, bingung mau disalurkan ke mana, sementara warga terus menjerit,” kata Ari.

Ia menegaskan, jeritan warga bukan hanya soal kelaparan, tetapi juga kehilangan tempat tinggal dan arah hidup. Banyak korban gempa kini hidup tanpa kepastian, terjebak di balik perbukitan, dengan rumah hancur dan akses tertutup.

Senada dengan itu, Pdt. Penrad Siagian menilai keseriusan pemerintah pusat hingga kini belum tampak secara nyata. Ia menyoroti masih banyaknya daerah terisolir, distribusi bantuan yang tidak merata, serta lemahnya koordinasi di lapangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kata Penrad, pemerintah pusat belum menyampaikan pernyataan resmi terkait tahapan penanganan bencana.

“Hingga hari ini, tidak ada kejelasan. Apakah masih fase tanggap darurat, kapan rehabilitasi dimulai, bagaimana rekonstruksi dilakukan. Masyarakat dan pemerintah daerah dibiarkan menebak-nebak,” ujarnya.

Penrad menegaskan, lambannya penanganan bencana ini hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat.

“Negara tidak boleh abai. Kehadiran negara harus dirasakan secara nyata, terutama saat nyawa dan masa depan warga dipertaruhkan,” tegasnya.

Ia pun mendesak pemerintah pusat segera mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki — mulai dari sumber daya manusia, logistik, hingga alat berat — untuk membuka akses wilayah terisolir dan memastikan bantuan tersalurkan secara adil dan manusiawi.

By : Syafaruddin Sikumbang

redaksipro

Recent Posts

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026

Aliran Uang Haram Diduga ‘Mengalir’ Di Bawah Meja Kapolres Binjai Sebagai Upeti di Balik Judi ‘Las Vegas’ Binjai

BINJAI, PROMEDIA.NEWS - Deru mesin ketangkasan dan aroma asap rokok menyeruak dari sebuah bangunan samar…

20 Juli 2026

Dugaan Korupsi & Jual Beli Menguat, JAGA MARWAH: Banyak Pejabat Bermasalah Dilantik di Kepemimpinan Rico Waas

MEDAN – Di tengah euforia masyarakat menyambut keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, perhatian publik…

20 Juli 2026

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026