Categories: News

LIPPSU: Dunia Melayu Tak Boleh Lekang Oleh Zaman

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) menegaskan bahwa eksistensi dan peran strategis masyarakat Melayu di Sumatera Timur tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif LIPPSU dan juga Ketua Yayasan Daun Sirih Indonesia, Azhari A.M Sinik (Azhari Gemala Putra Ibni Abdul Muthalib Sinik) yang bergelar ‘Dato Seri Panglima Warta Diraja’ Kesultanan Langkat yang akrab disapa Ari Sinik, di Medan, Sabtu (21/2/2026), menyikapi rangkaian pertemuan para sultan dan tokoh Melayu dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan LIPPSU, lima Sultan Sumatera Timur menggelar diskusi terbatas di Aobi Cafe Siba City, Jalan Singgalang, Medan, Senin malam (16/2/2026). Pertemuan yang difasilitasi Ketua Badan Koordinasi Pembangunan Masyarakat Pantai Timur (PMPT), abah Syarifuddin Siba, berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun membahas isu-isu strategis.

Pertemuan Lima Sultan Sumatera Timur di Aobi Cafe Siba City, Jalan Singgalang, Medan pada Senin malam (16/2/2026) membahas upaya memajukan masyarakat dan dunia Melayu di Indonesia.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain: Sultan Deli, Tuanku Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam dari Kesultanan Deli, Sultan Serdang, Tuanku Akhmad Thala’a Syariful Alamsyah dari Kesultanan Serdang, Sultan Kualuh Ledong, Tuanku Sultan Zainal Arifin Muhammad Syah dari Kesultanan Kualuh Ledong, Utusan Kesultanan Asahan, Utusan Kesultanan Kota Pinang.

Menurut LIPPSU, diskusi tersebut membahas penguatan solidaritas masyarakat Melayu, peningkatan kesejahteraan kawasan pantai timur, serta optimalisasi peran kesultanan dalam pembangunan daerah.

Azhari Sinik menilai, meski dalam sistem ketatanegaraan modern para sultan tidak lagi memiliki kewenangan administratif, peran moral dan kultural mereka tetap signifikan.

“Dalam konteks sosial-budaya, sultan masih menjadi simbol pemersatu, penjaga adat, dan penghubung antara masyarakat Melayu dengan pemerintah daerah. Ini potensi sosial yang tidak boleh diabaikan dalam perencanaan pembangunan,” tegas Ari Sinik.

LIPPSU mencatat adanya kesepakatan informal untuk menggelar pertemuan berskala nasional pasca-Lebaran guna merumuskan dokumen komprehensif arah pembangunan masyarakat Melayu.

 

DMDI dan Penguatan Program Nyata

Dalam penelusuran LIPPSU, penguatan peran Melayu juga terlihat dari aktivitas Dunia Melayu Dunia Islam Sumatera Utara (DMDI) Sumut yang sebelumnya telah melaksanakan pelantikan pengurus di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut (21/11/2023).

Organisasi ini menggulirkan empat program utama: pendidikan, perekonomian, kesehatan, dan kemanusiaan. Beberapa program konkret yang teridentifikasi antara lain pemberian beasiswa mahasiswa serta kolaborasi program “1 Desa 5 Sarjana” di Langkat.

LIPPSU menilai program-program tersebut perlu diawasi secara transparan dan terukur agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM Melayu, bukan sekadar seremoni.

 

Komitmen Pemprov Sumut

LIPPSU juga menyoroti komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pelestarian budaya Melayu, termasuk penguatan bahasa dan dialek, kurikulum budaya, kolaborasi riset internasional, pengembangan pariwisata heritage, serta ekonomi kreatif berbasis budaya.

Beberapa bukti situs sejarah strategis yang menjadi perhatian antara lain:

  1. Istana Maimun
  2. Masjid Raya Al-Mashun
  3. Masjid Raya Al-Osmani
  4. Masjid Raya Azizi Tjg Pura
  5. Masjid Jaya Ar Rahman di Bingai
  6. Masjid Raya Stabat
  7. Masjid Besar Datuk Bandar di Asahan
  8. Istana Lima Laras Batubara
  9. Masjid Raya Sultan Basyarudin Rantau Panjang
  10. Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) di Tanjung Pura

Dan masih banyak lagi bukti bukti sejarah kejayaan Melayu Pantai Timur di Sumatera Utara yang perlu di Revitalisasi kembali. Menurut LIPPSU, pengembangan destinasi tersebut harus disertai tata kelola profesional agar mampu bersaing dalam heritage tourism global.

 

Rekomendasi LIPPSU

Berdasarkan investigasi dan analisis, LIPPSU merekomendasikan:

  • Penyusunan roadmap pembangunan masyarakat Melayu Sumatera Timur berbasis data sosial-ekonomi.
  • Audit dan evaluasi berkala terhadap program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
  • Pembentukan forum kolaboratif antara kesultanan, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku UMKM.
  • Penguatan diplomasi budaya Melayu di tingkat nasional dan ASEAN.

“Dunia Melayu tidak boleh hanya menjadi romantisme sejarah. Ia harus hadir sebagai kekuatan sosial-ekonomi yang nyata dan berkontribusi terhadap pembangunan Sumatera Utara dan Indonesia,” tutup Ari.

LIPPSU menegaskan akan terus melakukan pemantauan independen terhadap dinamika pembangunan masyarakat Melayu agar berjalan akuntabel, inklusif, dan berkelanjutan.

By: Heriyanto Budi.

redaksipro

Recent Posts

Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Dua Kapolsek Jajaran

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK, M. Si, memimpin langsung…

29 Juni 2026

Di Jakarta Lapangan Bola Jadi Danau, Kita Prihatin; di Sumut Aula Pemprovsu Berubah Jadi Lapangan Sepak Bola, Warga Protes Habis-Habisan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026

LIPPSU : GEMES IX 2026 Macam Nonton “Layar Tancap”, Anggaran Rp2,5 Miliar Berserak Jadi Tepung Terigu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026

LIPPSU Dengan GARSU Serukan Aksi Massa Besar-besaran di DPRD dan Kantor Walikota Medan Tolak Rakernas APEKSI

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Gelombang protes menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh…

29 Juni 2026

Petani Disuruh Mikul Combine Harvester, Sama Beratnya dengan Mobil Fortuner, LIPPSU: Kalau Gibran yang Buat Mungkin Ringan Kayak Bakul Jamu “Wapres Sakit”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

29 Juni 2026

Bangunan Pelayanan Publik RS SILOAM Medan Beresiko Dijalankan Tanpa Kelayakan Resmi, LIPPSU : SLF Diduga Diabaikan Regulasi Atau Formalitas Yang Dikaburkan?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Di tengah ekspansi fasilitas kesehatan, Rumah Sakit modern dan kompetisi layanan rumah…

29 Juni 2026