News

LIPPSU: Dilarang Sholat Di Pertamina Patra Niaga, Jangan Pancing Kemarahan Umat Islam

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, meminta manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberikan penjelasan terbuka terkait insiden yang memicu protes massa buruh setelah mengaku tidak dapat masuk ke area kantor untuk menunaikan ibadah sholat saat menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (23/6).

Menurut Azhari, persoalan yang menyangkut hak beribadah merupakan isu sensitif yang harus ditangani secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jangan sampai muncul persepsi seolah-olah ada pelarangan beribadah. Ini dapat memancing kemarahan umat jika tidak dijelaskan secara terang dan proporsional,” kata Azhari.

Peristiwa itu bermula ketika massa Dewan Peduli Negeri yang dipimpin Ketua KSPSI AGN Sumut, T.M. Yusuf, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan.

Saat waktu sholat tiba, sejumlah peserta aksi bermaksud masuk ke dalam area kantor untuk menggunakan fasilitas ibadah. Namun gerbang kantor dalam kondisi tertutup sehingga memicu protes dari massa aksi.

T.M. Yusuf mengaku kecewa karena permintaan untuk menunaikan ibadah tidak dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.

“Baru di BUMN ini kami mengalami kondisi seperti ini. Saat aksi di instansi lain, kami masih bisa melaksanakan sholat dengan tenang,” ujarnya.

Massa kemudian membentangkan spanduk di depan gerbang kantor sebagai bentuk protes atas kejadian tersebut.

Menanggapi insiden itu, perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut langsung memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada massa aksi.

“Kami dari lubuk hati yang paling dalam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Aspirasi yang disampaikan tentu menjadi catatan penting bagi kami,” ujar perwakilan perusahaan.

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan pihak Pertamina, penutupan gerbang bukan merupakan kebijakan pelarangan ibadah, melainkan bagian dari prosedur pengamanan objek vital yang sedang menghadapi aksi demonstrasi.

Karena itu, insiden tersebut disebut sebagai kesalahpahaman di lapangan terkait mekanisme pengamanan, bukan larangan bagi masyarakat atau pekerja untuk menjalankan ibadah.

Secara umum, Pertamina juga diketahui menyediakan fasilitas ibadah di lingkungan kerja maupun SPBU. Perusahaan selama ini tidak memiliki kebijakan yang melarang karyawan ataupun masyarakat menjalankan sholat.

Dari perspektif Islam, hak untuk melaksanakan ibadah merupakan hal yang sangat dijunjung tinggi. Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah ayat 114 dan Surat Al-Alaq ayat 9-10 mengecam tindakan menghalangi seseorang beribadah. Namun dalam konteks peristiwa di Pertamina Sumbagut, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebijakan resmi perusahaan yang melarang sholat.

Karena itu, Azhari berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan ini secara jernih dan proporsional dengan mengedepankan dialog serta klarifikasi agar tidak berkembang menjadi polemik yang menyesatkan publik.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi aksi dilaporkan berlangsung kondusif dan aspirasi massa telah diterima oleh pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

MINTA IZIN SHOLAT TAPI DILARANG, MACAM DI ISRAEL AJA

Kronologi Peristiwa

Dugaan Pelarangan Sholat di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut

Massa menggelar aksi unjuk rasa

Pada Selasa (23/6/2026), massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri bersama Ketua KSPSI AGN Sumut, T.M. Yusuf, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Medan.

Waktu sholat tiba saat aksi berlangsung

Di tengah jalannya aksi, waktu sholat tiba dan sejumlah peserta aksi berniat menunaikan ibadah.

Massa meminta izin masuk ke area kantor

Perwakilan massa mengajukan permohonan kepada petugas untuk masuk ke lingkungan kantor Pertamina guna menggunakan fasilitas ibadah yang berada di dalam area kantor.

Gerbang kantor dalam keadaan tertutup

Saat permohonan tersebut disampaikan, akses masuk ke area kantor tidak dibuka karena gerbang sedang ditutup oleh petugas keamanan.

Muncul protes dari massa aksi

Kondisi tersebut memicu kekecewaan dan protes dari T.M. Yusuf serta peserta aksi. Mereka menilai tindakan penutupan akses tersebut telah menghalangi mereka untuk menunaikan ibadah.

Spanduk protes dibentangkan

Sebagai bentuk keberatan, massa membentangkan spanduk di depan gerbang utama Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Pernyataan T.M. Yusuf kepada media

T.M. Yusuf menyampaikan kekecewaannya kepada wartawan dan membandingkan pengalaman saat menggelar aksi di kantor BUMN lain yang menurutnya tetap memberikan akses bagi massa untuk beribadah.

Isu pelarangan sholat mencuat

Pernyataan massa aksi kemudian memunculkan narasi bahwa peserta demonstrasi dilarang melaksanakan sholat di lingkungan kantor Pertamina.

Pertamina memberikan klarifikasi

Menanggapi polemik tersebut, perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut langsung menemui massa dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Pertamina membantah adanya larangan ibadah

Pihak Pertamina menjelaskan bahwa penutupan gerbang bukan merupakan kebijakan pelarangan sholat, melainkan bagian dari prosedur pengamanan objek vital yang sedang menghadapi aksi demonstrasi.

Perusahaan menyebut terjadi kesalahpahaman

Menurut Pertamina, insiden tersebut merupakan kesalahpahaman di lapangan terkait prosedur keamanan, bukan larangan bagi masyarakat maupun pekerja untuk menjalankan ibadah.

LIPPSU meminta penjelasan terbuka

Menyikapi polemik yang berkembang, Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari AM Sinik meminta Pertamina memberikan penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan persepsi negatif dan keresahan di tengah umat Islam.

Laporan : Tim

redaksi2

Recent Posts

LIPPSU Desak Wali Kota Medan Perintahkan Pembongkaran Bangunan di Aset Pemko Contempo, Satpol PP Dinilai Tak Tegas

MEDAN – Polemik bangunan yang diduga berdiri di atas aset Pemerintah Kota (Pemko) Medan di…

27 Juni 2026

LIPPSU: Setelah Jadi Saksi, Faisal Hasrimy Sudah Lama Ditunggu Cium Dinding Penjara

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mendesak aparat penegak hukum mengusut…

27 Juni 2026

Petinggi Bawaslu Sumut Pinjam Uang di Bank Pakai Data Palsu, Uangnya Panas Kayak Di Neraka

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

27 Juni 2026

LIPPSU: Petir Terdengar Menggelegar Di Atas Gedung Bapenda Medan, Siap-siap Pasang Alat Bantu Pernafasan Dan Pacu Jantung

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

27 Juni 2026

Tipu Sana Sini Sedot BBM Versi SDABMBK di PT PEM

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

27 Juni 2026

Bangunan Showroom BYD Sisingamangaraja Tanpa PBG, Ratusan Massa Demo Minta DPRD Medan Usut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Medan menggelar aksi unjuk…

27 Juni 2026