News

LIPPSU: 12 Tower Transmisi PLN Sumut Bengkok Diterjang Puting Beliung, Pasti Nanti Minta Maaf Lagi, Kemudian Sibuk Memperbaiki, Bosan Dari Dulu Terus Begitu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Belum genap sebulan sejak peristiwa blackout yang melumpuhkan sistem kelistrikan Sumatera pada 22 Mei 2026, infrastruktur ketenagalistrikan kembali diterpa gangguan serius. Kali ini, sebanyak 12 tower transmisi milik PT PLN (Persero) di Sumatera Utara dilaporkan roboh dan bengkok akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin puting beliung pada Kamis (4/6/2026) malam.

Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai rentetan gangguan kelistrikan yang terjadi dalam waktu berdekatan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan PLN.

“Belum sebulan masyarakat mengalami blackout besar, kini kembali terjadi kerusakan infrastruktur transmisi akibat cuaca ekstrem. Jangan sampai pola yang terjadi hanya sebatas minta maaf, lalu sibuk memperbaiki setelah kejadian. Yang dibutuhkan masyarakat adalah langkah antisipatif dan penguatan sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Azhari, Jumat (5/6/2026).

Azhari mengatakan, masyarakat hampir dapat menebak respons yang akan disampaikan PLN setiap kali terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan. Menurutnya, permintaan maaf kepada pelanggan memang penting, namun tidak boleh menjadi pola yang terus berulang tanpa diikuti langkah pencegahan yang lebih kuat.

“Saya yakin nanti PLN kembali menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf itu sudah berulang kali kita dengar setiap kali terjadi gangguan besar. Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar permintaan maaf, tetapi jaminan bahwa kejadian serupa tidak terus berulang melalui penguatan infrastruktur, perawatan berkala, dan sistem mitigasi yang lebih baik,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, kerusakan terjadi pada dua jalur transmisi utama. Pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, tiga tower dilaporkan roboh yakni Tower 18, 19, dan 20, sementara Tower 17 dan 21 mengalami bengkok. Sedangkan pada jalur SUTT 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan, enam tower roboh yakni Tower 77 hingga Tower 82, serta satu tower mengalami bengkok pada Tower 76.

Kronologi Kejadian
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.03 WIB saat hujan deras dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan fisik pada jaringan transmisi sehingga mengganggu pasokan listrik di beberapa daerah.

Menyikapi kondisi tersebut, PLN melakukan manuver jaringan dan mengerahkan tim tanggap darurat untuk memulihkan pasokan listrik. Upaya awal normalisasi berhasil dilakukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.38 WIB sehingga sebagian besar pelanggan terdampak kembali memperoleh pasokan listrik secara bertahap.

Untuk mempercepat pemulihan sistem, PLN juga membangun Tower Emergency sebagai pengganti sementara sembari menunggu proses perbaikan permanen. Selain itu, perusahaan menerapkan manajemen beban di sejumlah wilayah guna menghindari gangguan yang lebih luas selama proses perbaikan berlangsung.

Tidak Terkait Blackout Mei, Namun Jadi Sorotan
Secara teknis, robohnya 12 tower transmisi di Sumut tidak berkaitan langsung dengan blackout Sumatera yang terjadi pada 22 Mei 2026. Blackout tersebut dipicu putusnya kabel transmisi interkoneksi 275 kV di wilayah Muaro Jambi akibat cuaca ekstrem yang kemudian memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.

Dalam insiden blackout Mei lalu, kabel transmisi antara Tower 175 dan 176 di Desa Tempino, Muaro Jambi, putus sekitar pukul 18.44 WIB. Gangguan itu memicu keluarnya jalur transmisi utama dari sistem, menyebabkan perpindahan daya secara mendadak dan berujung pada pemadaman massal yang meluas dari Jambi hingga Aceh. Pemulihan sistem baru dapat diselesaikan secara penuh pada 25 Mei 2026.

Meski berbeda penyebab dan lokasi, dua gangguan besar yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari dua minggu itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketahanan infrastruktur kelistrikan Sumatera dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Azhari menegaskan, PLN dan pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan jaringan interkoneksi yang menjadi tulang punggung pasokan listrik Sumatera.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi total. Infrastruktur kelistrikan harus mampu menghadapi perubahan cuaca yang semakin ekstrem. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya mitigasi dan perencanaan,” tegasnya.

Menurut Azhari, rentetan gangguan kelistrikan yang terjadi dalam waktu berdekatan, mulai dari blackout Sumatera pada Mei 2026 hingga robohnya 12 tower transmisi di Sumatera Utara awal Juni 2026, seharusnya menjadi alarm keras bagi PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan jaringan listrik. Ia menilai keandalan pasokan listrik merupakan kebutuhan vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dunia usaha, sektor industri, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Jangan sampai setiap terjadi gangguan besar masyarakat hanya disuguhi permintaan maaf yang sama. Yang diperlukan adalah langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kepercayaan publik terhadap layanan kelistrikan tetap terjaga,” pungkasnya.

Penulis : Heriyanto

redaksi2

Recent Posts

Belajar Hidup dari Lebah

Oleh Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia.…

6 Juni 2026

Dugaan Kepala SKK Migas Di Kasus Ilegal Driliing Di PT Petro Muba Sumatera Selatan Semakin Menguat Dari LHP BPK

PALEMBANG, PROMEDIA.NEWS - Kasus Illegal Drilling atau pengeboran sumur minyak ilegal yang terjadi di lapangan…

6 Juni 2026

LIPPSU: 2001 Kepling Di Medan Tersandera Target PBB, Kenapa Gak Sekalian Keplingnya Ikut Disandera

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polemik belum cairnya upah pungut Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan kembali…

6 Juni 2026

LIPPSU : CV Cikas Nusantara Punya Rekam Jejak Buruk, Pemenang Jasa Konsultansi Perencanaan, Hasilnya: UPTD RS Khusus Paru Mirip Gedung Sarang Burung Walet

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan penyimpangan dalam proyek relokasi dan rehabilitasi UPTD RS Khusus Paru Provinsi…

6 Juni 2026

LIPPSU: Setelah Ditangkap, Mulai Terungkap Di Sana Sini Aksi Tipu Tipu, Triliunan Rupiah Uang Rekanan Dikunyah MBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai…

6 Juni 2026

LIPPSU: Halo Rabuddin, Benarkah Proyekmu Berserak Di Mana Mana

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

6 Juni 2026