News

Erni “Pasang Badan, Rusaki Tata Pengawasan” untuk Bobby: Pengawasan Publik Digeser Demi Harmoni Politik Kepentingan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Dalam suasana tegang pasca polemik antara Komisi E DPRD Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Sumut, muncul sosok Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, yang tiba-tiba maju ke depan publik dan menyatakan bertanggung jawab atas dinamika yang terjadi. Pernyataan ini disampaikan usai Sidang Paripurna, Kamis beberapa waktu lalu tepat saat Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, tengah dicegat wartawan soal usulannya memberlakukan kebijakan sekolah lima hari.

“Nanti Komisi E saya yang tanggung jawab,” ujar Erni Ariyanti tegas, mendahului respon gubernur. Kalimat itu disampaikan dengan nada tegas, dalam suasana yang tampak penuh tekanan dari pertanyaan media. Dilansir dari Nusantara.com.

Sontak, pernyataan itu menjadi bahan perbincangan para yang hadir. Banyak yang menilai, Ketua DPRD sedang menjalankan strategi “tameng politik kepentingan”, bukannya memperkuat fungsi pengawasan legislatif malah pasang badan.

Sebelumnya, Komisi E yang diketuai oleh Subandi dari Partai Gerindra, menyampaikan kekecewaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan, Alexander Sinulingga, yang dua kali mangkir dari undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan kebijakan lima hari sekolah beberapa waktu lalu. Subandi bahkan menegaskan, kehadiran Kadis sangat penting karena menyangkut keputusan strategis yang akan menyentuh jutaan siswa di Sumut.

Senada, anggota Komisi E lainnya, Ahmad Darwis, menilai Kadisdik telah melemahkan fungsi kontrol publik.

“Ini bentuk pelanggaran etika pemerintahan. Dua kali undangan tidak diindahkan, ini serius,” ujarnya.

Namun, langkah Erni Ariyanti mengubah arah angin. Dengan tegas ia menyatakan bahwa surat undangan memang berasal dari dirinya, dan ketidakhadiran Kadis memiliki alasan teknis karena penugasan lapangan.

Dalam kacamata intelijen kebijakan, langkah ini dinilai sebagai upaya “damage control” untuk meredam ketegangan antar lembaga. Namun demikian, pengamat menilai, sikap ini bisa membelah solidaritas di internal DPRD.

“Erni Ketua DPRD Sumut seharusnya memperkuat fungsi legislatif, bukan justru mendominasi suara komisi. Kalau semua dibungkam atas nama ‘tanggung jawab’, lalu buat apa komisi bekerja” ujar Azhari A.M Sinik Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) .

Dari sisi psikologi politik gender, banyak yang menilai Erni menampilkan sisi emosional teori khas Erni sebagai pemimpin perempuan tak berdaya. Tapi politik tidak selamanya soal damai kadang perlu kritik keras untuk mengingatkan kekuasaan.

“Kalau semua jadi ‘tanggung jawab saya’, lalu publik bertanya siapa yang sesungguhnya bertanggung jawab atas akuntabilitas kebijakan publik?” kata seorang LSM.

Di tengah gelombang tuntutan transparansi, publik berharap DPRD tetap menjalankan tugas sebagai pengawas, bukan pelindung kekuasaan. Sebab di era pasca reformasi, yang rakyat butuhkan adalah dewan yang lantang, bukan yang menenangkan suasana demi stabilitas semu.

Kisah Ketua DPRD ini menjadi cermin, apakah parlemen daerah benar-benar tempat kritik dibangun, atau justru berubah menjadi perpanjangan tangan eksekutif di panggung politik daerah.(520)

redaksi2

Recent Posts

LIPPSU Apresiasi Silaturahmi Kapolda Sumut dan Kajatisu, Dinilai Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengapresiasi langkah Kapolda Sumatera Utara…

18 Juli 2026

Pasrah? Pertamina Mengaku Tak Bisa Pastikan Kapan Antrean BBM di Medan Berakhir

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Medan hingga kini masih belum…

18 Juli 2026

Pembangunan Dapur MBG Di Deli Serdang Tidak Jelas, Pengelola Lapangan Resah

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Kejelasan pembangunan sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deli…

18 Juli 2026

Pelimpahan Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah dari Polisi ke Jaksa Dinilai Tidak Lazim

Oleh : Suardi, SH JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Pelimpahan penyidikan perkara yang melibatkan Jaksa Agung Muda…

18 Juli 2026

Pertamina Bilang BBM Di Sumut Normal, Antrean Masyarakat Belum Hilan, LIPPSU: Siapa Yang Gagal Membaca Realitas

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Pernyataan resmi bahwa distribusi BBM di Sumatera Utara berjalan normal kembali…

18 Juli 2026

LIPPSU: Vendor Tunggal El Nusa Petrofin Bikin Kacau, Pertamina Pura-pura Sibuk, Rakyat Jadi Korban Antre BBM

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, mendesak…

17 Juli 2026