News

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Jakarta, 19 Maret 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa keempat terduga pelaku telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Pagi tadi saya telah menerima dari Bais TNI empat orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Saudara Andrie Yunus,” ujar Yusri dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, disiarkan SCTV, Rabu (18/3/2027).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kejadian pada Rabu (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Talang dan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Sejak saat itu, Puspom TNI langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.

Yusri menyebutkan, empat terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah diamankan di Puspom TNI untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, di hari yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Dirreskrimum Polda) Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkap dua identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap l Andrie Yunus.

Iman menyebut, berdasarkan hasil analisis penyelidikan yang menggabungkan keterangan saksi, rekaman CCTV, dan basis data kepolisian, dua pelaku tersebut berinisial BHC dan MAK. Inisial yang disebut Polri ini berbeda dengan yang disebut TNI.

“Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri, inisial BHC dan MAK,” ujarnya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti dikutip awak PromediaNews, Rabu (18/3/2027).

Iman mengatakan, identifikasi tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa sedikitnya 15 orang saksi serta menelusuri rangkaian pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Meski demikian, dia mengakui bahwa kepolisian belum menutup kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang. Indikasi itu muncul dari analisis rekaman CCTV yang menunjukkan adanya lebih dari satu kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian,” ujarnya.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

SPPG Silalas Yayasan Sabda Peduli Gizi Diduga Korupsi Upah Tenaga Kerja

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) menyoroti dugaan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan…

12 Juni 2026

LIPPSU : Uang Intensif Pegawai Rp38 M Raib, Upah Pungut Kepling Rp10 M Lenyap

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU) mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Pajak Sumut 2026…

12 Juni 2026

8 Tahun Berlalu, PT Sompo Tak Kunjung Bayar Klaim Asuransi Nasabah Meski Telah Inkrah

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Klaim asuransi yang diajukan pemegang polis MD-FPR-000293-000002017-08, Halomoan H, selaku nasabah PT…

12 Juni 2026

Tangan Dan Kaki Melayang Karena Tersinggung Di Jalan, Marajohan Laporkan Oknum Anggota DPRD Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

12 Juni 2026

LIPPSU: Pasien BPJS Nyaris Kehilangan Nyawa, Rumah Sakit Terapkan Birokrasi Berbelok-belok Seperti Jalan Layang Kelok 9 Di Sumbar

MEDAN, PROMEDIA. NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM…

12 Juni 2026

Ratama Sumbayak : Periksa 26 Pajabat Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kajagung Burhanuddin Harus Tegas

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengamat Kebijakan Publik dan Anggaran Ratama Saragih, S.H, CCF menyampaikan desakannya kepada…

11 Juni 2026