News

Dari Kantor Samsat ke Kantong Gelap, Belanja Sosialisasi Pemutihan Dipertanyakan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Suasana di beberapa kantor Samsat di Sumatera Utara tampak lengang. Spanduk pemutihan pajak belum juga terlihat di jalanan, brosur sosialisasi pun tak kunjung beredar.

Padahal, program pemutihan yang dicanangkan sejak awal Oktober digadang-gadang sebagai jalan keluar untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan. Namun, di lapangan, gaungnya nyaris tak terdengar.

“Sudah hari keempat, tapi masyarakat belum tahu ada program pemutihan,” ujar seorang pegawai Bapenda yang enggan disebut namanya.

Ia menyebut minimnya sosialisasi sebagai biang sepinya wajib pajak.

“Spanduk belum terpasang, brosur belum turun. Ini bukan strategi, ini improvisasi yang tergesa.”

Lebih ironis lagi, menurut sumber internal Bapenda, ada aroma ganjil di balik pelaksanaan program tersebut.

Sejumlah tenda pelayanan lapangan kabarnya menelan biaya hingga Rp40 juta per titik, namun dikerjakan secara mandiri tanpa transparansi, bahkan tidak melibatkan pejabat UPTD setempat.

“Yang seharusnya mengambil job itu Kepala UPTD Samsat, bukan Sekretariat Badan,” ungkapnya, menahan nada kecewa.

Sementara itu, di dunia maya, Sekretaris Bapendasu justru melempar pernyataan yang membuat banyak pegawai terhenyak.

Melalui unggahan media sosialnya, sang Sekretaris menyebut bahwa rendahnya penerimaan pajak disebabkan oleh “masyarakat yang tidak patuh membayar pajak”.

Pernyataan itu sontak memantik amarah di internal Bapenda.

“Bagaimana mau patuh, kalau sistemnya sendiri yang tak memihak masyarakat ?” tulis seorang pegawai lain dalam forum internal.

Dugaan adanya “tarikan siluman” di meja pelayanan kembali mencuat.

Wajib pajak mengeluh karena harus membayar biaya tambahan untuk urusan administrasi yang seharusnya gratis.

Seorang ibu bahkan bercerita, ia diminta membuat surat kuasa berbayar hanya karena ingin membayarkan pajak kendaraan anaknya yang sedang di luar kota.

“Tapi kalau lewat biro jasa, bisa langsung dilayani,” keluhnya.

Fenomena seperti ini mempertegas jurang antara semangat reformasi birokrasi dan praktik di lapangan. Slogan pelayanan 24 jam terasa sia-sia bila arus uang justru mengalir ke kantong-kantong gelap yang tak tercatat dalam neraca daerah.

Di tengah tekanan mengejar target PAD Rp7,2 triliun, banyak pegawai merasa idealisme mereka digadaikan oleh sistem yang pincang.

“Kami hanya ingin bekerja dengan bersih,” ujar seorang staf, lirih.

Jika pola seperti ini terus dibiarkan, publik tak hanya kehilangan kepercayaan terhadap lembaga pajak daerah, tapi juga terhadap niat pemerintah membangun keadilan fiskal.

Sebab, di antara spanduk yang tak terpasang dan target yang tak tercapai, sesungguhnya ada ironi besar yang mengintai ketika uang rakyat tersesat di lorong birokrasi, negara pun kehilangan arah.(520)

redaksi2

Recent Posts

LIPPSU: E-Purchasing Ditukangi, Aspal Dibeli Murah, Uang Rp25,6 Miliar untuk Perbaiki Jalan di Medan Ikut Hancur Kayak Bubur Sumsum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pengadaan aspal senilai lebih dari Rp24,6 miliar di lingkungan Dinas Sumber Daya…

16 Juni 2026

Ribut.!! Tender Pemprovsu Membangun Nias Utara Dimenangkan Perusahaan Penawar Harga Tertinggi

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Penawar harga terendah dinyatakan kalah tender lewat argumen yang dicap tak jelas.…

16 Juni 2026

LIPPSU: Bobby Nasution Jangan Cari Panggung Politik Diatas Derita Rakyat, Fokus Desak PLN

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai polemik antara Gubernur Sumatera…

16 Juni 2026

LIPPSU: Tender Rp28 M Nias Utara Diduga Janggal, Perusahaan Bermasalah Dimenangkan Pula, Sudah Terjadi Berulangkali Di Sumut

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

16 Juni 2026

Bobby Nasution Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Targetkan Sumut Pertahankan Gelar Juara Umum

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas kontingen Sumut untuk mengikuti…

16 Juni 2026

LIPPSU Desak Polisi Usut Dugaan Ancaman terhadap Narasumber Kasus Upah Pekerja MBG

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan intimidasi terhadap narasumber yang mengungkap persoalan penyelewengan upah pekerja di dapur…

16 Juni 2026