Nasional

OPINI: GARANG DI PIDATO, LULUH DI DEPAN “PAWANG” Misteri Telepon dari Paman Sam

Belum Genap Sebulan Tinta SK Pencabutan Izin Itu Kering.

Medan, 13 Februari 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Pada 19 Januari 2026, pemerintah dengan gagah berani mencabut izin tambang emas Martabe (PT Agincourt/UNTR). Alasannya mulia: Lingkungan rusak, banjir di Sumatera tak kunjung surut.

Publik tepuk tangan. “Akhirnya ada yang berani tegas!” pikir kita.

Tapi ternyata, ketegasan itu punya tombol undo. Dan tombolnya tidak berada di Jakarta, tapi di Amerika Serikat.

 

“BISIKAN SAKTI SANG “PAWANG” 🦅

Bukan sembarang rumor, ini keluar langsung dari mulut adik kandung Presiden, Pak Hashim Djojohadikusumo.

Beliau membocorkan adanya “protes” dari pebisnis Amerika:

“Hashim, Anda harus memberi tahu saudara Anda, izin ini harus dipulihkan.”

Kalimatnya bukan permohonan, tapi terdengar seperti PERINTAH.

Dan ajaibnya, sinyal pembatalan pencabutan izin itu langsung muncul lewat Menteri Bahlil.

 

SIAPA MEREKA?

Siapa “Pawang” yang bisa membuat Istana putar balik?

Data berbicara. Di balik saham UNTR, bercokol raksasa keuangan dunia: BlackRock, Vanguard, MFS.

Nama-nama yang kalau mereka “batuk”, pasar saham global bisa demam.

Mereka memegang kendali atas triliunan rupiah saham publik. Jika mereka marah dan melakukan mass-selling (jual massal), valuasi perusahaan bisa hancur, dan ekonomi makro bisa goyang.

 

KEDAULATAN ATAU KETAATAN? 📉

Ini adalah pil pahit realita politik kita.

Di panggung depan, kita melihat pemimpin yang berapi-api bicara soal kemandirian bangsa, soal berdiri di kaki sendiri.

Tapi di panggung belakang, kebijakan strategis negara ternyata masih bisa didikte oleh “Bapak Asuh” dari Wall Street.

Kita masuk blok Dewan Keamanan Gaza bentukan Amerika, bayar iuran triliunan, dan kini izin tambang pun “disetir” dari jauh.

 

MACAN ATAU KUCING MANIS?

Kasus Martabe ini membuka mata kita.

Bahwa sekeras apapun aumannya, sang Macan ternyata tetap butuh elusan sang Pawang.

Lingkungan Sumatera boleh rusak, banjir boleh merendam rakyat, tapi portofolio investasi Tuan-Tuan di New York harus tetap hijau.

Selamat datang di realita, di mana kedaulatan kadang berhenti di depan pintu masuk bursa saham.

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina) https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV  Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang,

redaksipro

Recent Posts

Lima Rumah Rusak akibat Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan. Ada apa?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Suara ledakan dahsyat menggegerkan warga dan pengguna jalan di seputaran Jalan Perhubungan…

20 Juli 2026

LIPPSU: Kepling Disuruh Nobar Sambil Teriak Teriak, Pulang Subuh Dibentak Istri Tuntut Upah Pungut Yang Masih Disembunyikan Di Meja Kepala Bapenda Medan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti keluhan para Kepala Lingkungan…

20 Juli 2026

Aliran Uang Haram Diduga ‘Mengalir’ Di Bawah Meja Kapolres Binjai Sebagai Upeti di Balik Judi ‘Las Vegas’ Binjai

BINJAI, PROMEDIA.NEWS - Deru mesin ketangkasan dan aroma asap rokok menyeruak dari sebuah bangunan samar…

20 Juli 2026

Dugaan Korupsi & Jual Beli Menguat, JAGA MARWAH: Banyak Pejabat Bermasalah Dilantik di Kepemimpinan Rico Waas

MEDAN – Di tengah euforia masyarakat menyambut keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, perhatian publik…

20 Juli 2026

Dana BOS Miliaran, Kepala SMAN 1 Batang Kuis Diduga Pungli Siswa Baru Rp100 Ribu per Siswa

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS - Awal tahun ajaran baru 2026, SMAN 1 Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang,…

20 Juli 2026

Aseng Kayu Mafia Judi Brahrang Binjai Kebal Hukum, Didemo AFMS “Dikeker” Poldasu

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Polda Sumatera Utara berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait awetnya judi milik…

20 Juli 2026