Antrian Mengular Beli BBM Masyarakat Kota Medan di beberapa SPBU akibat termakan isu HOAX Bahlil.
Medan, 6 Maret 2026.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Barisan mengular antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya, Kamis (5/3/2026).
Kondisi ini dipicu kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya informasi dari Menteri ESDM; Bahlil Lahadalia mengenai kapal tanker pengangkut minyak mentah yang disebut-sebut terjebak di kawasan Timur Tengah.
Padahal sebelumnya pemerintah telah menyampaikan bahwa persediaan BBM nasional masih aman. Bahkan pemerintah kembali memastikan stok BBM tersedia hingga sekitar 90 hari ke depan sebagai langkah antisipasi dampak situasi di Timur Tengah.
Namun, informasi yang beredar di berbagai media tersebut memicu kepanikan di masyarakat. Hal itu terlihat dari antrean panjang kendaraan, khususnya truk yang mencari BBM jenis solar di sejumlah SPBU di Kota Medan.
Berdasarkan pemantauan redaksi Rubis.id di lapangan, hingga malam ini antrean panjang masih terlihat di beberapa SPBU seperti di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Deli Tua, Jalan AH Nasution, hingga SPBU di kawasan Cemara, Jalan Krakatau, Jalan Denai, Jalan Bakti. Antrean kendaraan bahkan memanjang dari badan jalan hingga masuk ke area SPBU sehingga menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang melintasi lokasi tersebut.
Sejak pagi hari, puluhan truk dan kendaraan lainnya terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM jenis solar. Kondisi tersebut juga menyulitkan kendaraan pribadi yang ingin mengisi BBM jenis pertalite karena tertutup antrean kendaraan besar.
“BBM sebenarnya masih ada, tapi mungkin pengemudi truk takut tidak kebagian untuk mengantar muatan mereka,” ujar seorang pengendara mobil yang turut mengantre untuk mendapatkan pertalite.
Sementara itu, seorang warga mengaku kesal karena tidak mendapatkan BBM jenis solar di beberapa SPBU yang ia datangi, seperti SPBU di Jalan Setia Budi Simpang Selayang, Jalan Jamin Ginting Lau Cih, serta Jalan Jamin Ginting Simpang Simalingkar.
“Di beberapa SPBU itu solar sering habis, jadi kami harus mencari ke tempat lain,” ujarnya.
Selain di wilayah tersebut, laporan dari sejumlah kawasan di Medan Timur, Medan Perjuangan hingga Medan Tembung juga menyebutkan antrean kendaraan telah mengular sejak pagi.
Sejumlah konsumen juga mengeluhkan tidak semua nozzle pada dispenser BBM di SPBU beroperasi sehingga memperlambat proses pengisian dan memperpanjang antrean.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Utara, Haris Razali, mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan panic buying.
Ia memastikan persediaan BBM di Sumatera Utara masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok BBM di Sumut masih mencukupi,” ujarnya.
Haris juga mengingatkan para pengelola SPBU agar menjual BBM sesuai ketentuan yang berlaku sehingga distribusi dapat berjalan lancar dan merata.
By: Redaksi
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…