Hukum

Deddy Rangkuti Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Kasus dugaan suap proyek jalan senilai Rp231,8 miliar di Sumatera Utara (Sumut) terus menyeret sejumlah nama. Salah satunya adalah Deddy Rangkuti, seorang wiraswasta yang dikenal publik sebagai sosok dekat dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Deddy diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Jumat (15/8), di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Padangsidimpuan. Ia masuk dalam daftar 13 saksi kunci yang dihadirkan hari itu bersama pejabat dinas, akademisi, hingga pihak swasta lainnya.

Sumber Waspada Online, menyebutkan, Deddy bukan nama asing. Sejak Bobby menjabat Wali Kota Medan (2021–2024), Deddy kerap disebut-sebut sebagai penghubung proyek infrastruktur di Medan. Banyak kalangan menilai, ia menjadi ‘operator lapangan’ dalam urusan pengadaan dan jaringan kontraktor.

“Nama Deddy Rangkuti sering muncul ketika ada proyek strategis di Medan pada masa Bobby menjabat wali kota. Ia dikenal dekat dan dipercaya meng-handle beberapa pekerjaan besar,” ujar seorang aktivis antikorupsi di Medan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (17/8).

Kini, ketika Bobby naik ke kursi Gubernur Sumut, keterlibatan Deddy dalam pusaran proyek besar kembali disorot, terlebih setelah dirinya resmi dipanggil KPK.

Meski statusnya hanya wiraswasta, posisi Deddy dinilai strategis karena memiliki jaringan luas ke lingkaran kekuasaan, baik di Pemkot Medan maupun di Pemprov Sumut saat ini.

Kehadirannya dalam daftar saksi KPK memperkuat dugaan adanya jejaring informal yang ikut mengatur pembagian proyek jalan di Sumut.

Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Sutrisno Pangaribuan, menilai pemanggilan Deddy Rangkuti adalah sinyal penting.

“Kalau KPK berani menelisik peran orang-orang dekat kepala daerah, maka tabir besar praktik rente politik di Sumut akan terbuka. Selama ini publik melihat proyek infrastruktur hanya jadi bancakan elite dan kroninya,” tegas Sutrisno.

KPK sendiri telah memeriksa 42 saksi dan menetapkan 5 tersangka, termasuk Kadis PUPR Sumut nonaktif Topan Obaja Putra Ginting. Namun penyidik meyakini Topan tidak sendirian. Ada ‘tangan besar’ yang memberi perintah dan mengatur fee proyek 10-20 persen dari nilai kontrak.

“Apakah Deddy Rangkuti hanya saksi biasa, atau justru bisa membuka tabir keterhubungan langsung antara pejabat teknis dengan lingkaran kekuasaan politik Bobby Nasution?, Publik kini menunggu keberanian KPK mengurai jejaring sebenarnya,” pungkas Sutrisno. (wol/man/d2).

redaksi2

Recent Posts

ULAMA AKHIRAT

Oleh: Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ulama akhirat bukan sekadar orang yang banyak…

17 Juli 2026

Antrean Solar Berjam-jam Telan Korban Jiwa, Krisis BBM di Sumatra Kian Mengkhawatirkan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya solar, masih terjadi di sejumlah…

17 Juli 2026

FP3 Kota Medan Apresiasi Gerak Cepat SDABMBK Tangani Banjir di Tengah Tingginya Curah Hujan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Forum Pemuda Peduli Pembangunan Kota Medan memberikan apresiasi kepada Dinas Sumber Daya…

16 Juli 2026

Nelayan Diguyur Rp 14,8 M, Awasi Praktik Korupsi Model Tipu Sana, Sogok Sini

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

16 Juli 2026

Eks Hakim Agung Dwi Cahyo: Jika Dugaan Ijazah Jokowi Terbukti Palsu, Masuk Kategori Kejahatan Luar Biasa

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Mantan Hakim Agung Ad Hoc, Dwi Cahyo, menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan…

16 Juli 2026

Antrean BBM Memanas: Rapat Darurat Digelar Poldasu, Bobby Nasution Nobar Piala Dunia Di Nias

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Deretan antrian kendaraan masih terlihat panjang mengular di sejumlah SPBU Sumatera Utara…

16 Juli 2026