LIPPSU: Eks Medan Club Penuh Sesak Massa Pendukung MBG, Siapa Yang Suruh Kumpul Di Sana? Hanya Allah Yang Tahu

Kejujuran Pemimpin Sudah Runtuh, Demi Mempertahankan Kekuasaan

Sumut269 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mempertanyakan penggunaan lahan eks Medan Club sebagai titik kumpul ratusan massa pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum melakukan long march ke Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (19/6/2026).

Direktur LIPPSU, Azhari AM Sinik, Sabtu (20/6), mengatakan keberadaan ratusan massa yang memadati aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai siapa pihak yang mengoordinasikan dan mengarahkan massa berkumpul di lokasi tersebut.

“Kita melihat eks Medan Club yang merupakan aset Pemprov Sumut dipenuhi ratusan massa pendukung MBG. Pertanyaannya, siapa yang mengumpulkan mereka dan atas dasar apa lokasi itu dipilih sebagai titik konsolidasi, hanya Allah yang tahu, kejujuran pemimpin sudah runtuh demi mempertahan kekuasaan,” ujar Azhari Sinik.

Menurutnya, pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat, mengingat eks Medan Club merupakan aset daerah yang dibeli menggunakan uang rakyat dan berada dalam pengelolaan pemerintah.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang berkembang, sejak pagi hari ratusan massa yang tergabung dalam kelompok pendukung Program Makan Bergizi Gratis mulai berdatangan ke kawasan eks Medan Club di Jalan RA Kartini Medan.

BACA JUGA :  Dari Pelantikan hingga Reses: DPRD Sumut Diuji Menjawab Aspirasi Daerah Rawan Bencana

Menjelang Salat Jumat, jumlah massa semakin bertambah hingga memenuhi area terbuka eks Medan Club.

Setelah Salat Jumat, massa melakukan konsolidasi sebelum bergerak secara bersama-sama menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi mendukung keberlanjutan Program MBG.

Setibanya di Kantor Gubernur, massa menyampaikan petisi dan dukungan terhadap program unggulan Presiden RI tersebut. Pada sore hari, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung menemui massa dan menerima aspirasi yang disampaikan.

Mengapa Eks Medan Club Dipilih?

Aksi tersebut memunculkan pertanyaan publik karena eks Medan Club merupakan aset Pemprov Sumut yang sejak Januari 2023 telah menjadi bagian dari kawasan terintegrasi Kantor Gubernur Sumatera Utara.

LIPPSU menilai perlu ada penjelasan mengenai alasan penggunaan lokasi tersebut sebagai titik kumpul massa agar tidak menimbulkan persepsi adanya fasilitas atau dukungan dari pemerintah daerah terhadap salah satu kelompok aksi.

“Kami tidak menuduh apa pun, tetapi penggunaan aset daerah untuk titik kumpul ratusan orang tentu harus dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan polemik,” kata Azhari.

Tanggapan Bobby Nasution

Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, membantah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memfasilitasi penggunaan eks Medan Club sebagai lokasi berkumpulnya massa pendukung MBG.

BACA JUGA :  LIPPSU: Di Sini Sok Jadi Pahlawan Kesiangan, di Sana Raja Ulok, Masyarakat Jadi Korban Kalian Buat

Menurut Bobby, tidak ada instruksi maupun izin khusus dari Pemprov Sumut untuk menjadikan eks Medan Club sebagai titik kumpul aksi.

“Kehadiran massa di sana bukan karena difasilitasi pemerintah. Itu murni dinamika di lapangan,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, lokasi eks Medan Club dinilai lebih aman digunakan sebagai ruang terbuka untuk menampung massa sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas di pusat Kota Medan dan tidak mengganggu aktivitas ibadah karena aksi berlangsung pada hari Jumat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemprov Sumut tidak pernah mengeluarkan surat izin maupun menyediakan fasilitas khusus bagi kelompok pendukung MBG tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan dukungannya terhadap Program MBG karena dinilai bermanfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak. Namun, ia menegaskan bahwa yang harus dihentikan bukan programnya, melainkan apabila terdapat korupsi atau penyelewengan dalam pelaksanaannya.

“Aspirasi masyarakat akan kami teruskan kepada pemerintah pusat. Programnya baik, yang harus diperangi adalah korupsi dan penyimpangannya,” katanya.

LIPPSU berharap seluruh pihak dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penggunaan aset daerah tersebut sehingga tidak menimbulkan berbagai tafsir di tengah masyarakat mengenai peran pemerintah dalam aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

BACA JUGA :  LIPPSU: Salah Ketik Bikin Gempar, Kajari Karo Pantas Dicopot, Tak Cukup Minta Maaf

Mengapa Harus di Eks Medan Club:

1. Jumat Pagi (19 Juni 2026)

Ratusan massa pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berkumpul di kawasan eks Medan Club, Jalan RA Kartini Medan.

2. Menjelang Siang

Area eks Medan Club dipadati peserta aksi yang melakukan konsolidasi dan persiapan sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur Sumatera Utara.

3. Usai Salat Jumat

Massa melakukan long march dari eks Medan Club menuju Kantor Gubernur Sumut untuk menyampaikan dukungan terhadap Program MBG.

4. Tiba di Kantor Gubernur

Peserta aksi menyampaikan aspirasi agar Program MBG tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan.

5. Diterima Langsung Gubsu

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, turun langsung menemui massa, menerima aspirasi mereka, dan berjanji meneruskannya kepada Presiden.

6. Pemprov Beri Penjelasan

Pemprov Sumut membantah memfasilitasi penggunaan eks Medan Club dan menyatakan lokasi tersebut digunakan karena pertimbangan teknis untuk menghindari kemacetan dan gangguan aktivitas ibadah.

7. Aksi Berakhir

Setelah dialog dengan Gubernur selesai, massa membubarkan diri secara tertib pada sore hari.

Laporan : Tim-red