Ajie Karim Dilanda Isu Vidio Dugem: LIPPSU Ada Dugaan Operasi Framing Politik

Politik96 Dilihat

Medan, 8 September 2025.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Riuh demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan gaji DPRD belum juga reda, tiba-tiba publik dihebohkan oleh beredarnya sebuah video lama milik Ajie Karim, anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra. Potongan video itu memperlihatkan Ajie berjoget di sebuah klub malam, ditemani dentuman musik dan segelas minuman. Narasi yang beredar, Ajie “dugem” di tengah rakyat berteriak di jalanan.

Namun Ajie Karim tegas membantah tudingan tersebut. “Itu video lama, sekitar dua tahun lalu. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan situasi demo sekarang,” ujarnya saat dihubungi, Senin (1/9/2025).

Ajie menjelaskan, rekaman itu awalnya diunggah oleh istrinya di akun pribadi. Begitu menyadari efek negatif yang ditimbulkan, ia segera menghapus unggahan tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Sumut Bahas Strategi Cegah Banjir Bandang Susulan di Parapat

“Itu bukan peristiwa baru. Saya tegaskan lagi, video itu sudah lama tersimpan,” kata Ajie.

Menurutnya, kemunculan video tersebut saat tensi politik sedang tinggi bukanlah kebetulan.

“Ada pihak yang sengaja menggiring opini seakan-akan saya bersenang-senang ketika rakyat demo. Itu tidak benar. Saya melihat ini upaya membunuh karakter,” ujarnya.

Ajie mengaku sudah menyampaikan klarifikasi kepada DPD Gerindra Sumut.

“Saya hormati setiap kritik, tapi jangan sampai fakta lama dipelintir untuk menciptakan fitnah baru. Itu berbahaya bagi demokrasi kita,” tegasnya lagi.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik, pada Jumat (5/9/2025), menilai masih beredarnya video lama Ajie Karim bukan sekadar persoalan pribadi. Ia menduga adanya kepentingan tertentu yang sengaja memainkan isu ini.

BACA JUGA :  Sepotong Ijazah "Keramat" Jokowi Yang Tak Kunjung Terbuka Masih Dalam Kubur

“Kalau kita lihat waktunya, jelas ada yang tidak wajar. Berdasarkan keterangan Ajie Karim, video itu adalah unggahan lama dari akun pribadinya. Lalu, mengapa tiba-tiba sekarang dipotong, diedit, lalu diviralkan ketika situasi sosial-politik sedang panas? Itu mengarah pada dugaan kepentingan tertentu,” kata Azhari.

Ia bahkan menyinggung kemungkinan adanya praktik kotor.

“Apakah ini bentuk pemerasan? Atau upaya menjatuhkan karir politik Ajie Karim di tengah gelombang protes rakyat? Itu patut diduga. Karena pola semacam ini sering terjadi. Video lama dimanfaatkan untuk framing baru,” tegasnya.

Azhari pun mengimbau agar publik, khususnya konstituen, tidak serta-merta percaya pada narasi liar yang beredar di media sosial.

“Masyarakat harus kritis, jangan gampang terprovokasi. Begitu juga internal partai, jangan buru-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video. Fakta dan klarifikasi harus lebih diutamakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  LIPPSU: Ijeck Punya Tanggung Jawab Besar dari Bahlil untuk Periode Kedua dalam Musda XI

 

Antara Fakta dan Framing

Kasus ini menyoroti betapa tipis batas antara informasi dan manipulasi di era digital. Video lama bisa dijadikan senjata politik yang mematikan. Di tengah riuh suara mahasiswa yang menuding DPR tak berpihak kepada rakyat, potongan rekaman Ajie Karim dipakai sebagai bahan bakar tambahan untuk memperkeruh keadaan.

Namun klarifikasi Ajie dan analisis pihak independen memberi gambaran lain. Ada dugaan operasi framing, bukan sekadar soal etika pribadi. Dan dalam pusaran itu, reputasi seorang wakil rakyat dipertaruhkan, hal seperti ini harus jadi perhatian khusus.

By: Redaksi.