Raksasa Alat Berat yang Terseret Penyelidikan Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina; Ini Dia Profil PT Hexindo Adiperkasa Tbk

News161 Dilihat

Madina, 4 Maret 2026.

MADINA, PROMEDIA.NEWS | Aktivitas tambang emas ilegal di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polda Sumatera Utara terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kepemilikan alat berat yang digunakan dalam operasi tambang tanpa izin.

Dalam operasi gabungan pada Senin (2/3/2026), aparat dari Brimob dan Ditreskrimsus mengamankan belasan pekerja serta menyita 14 unit ekskavator dari lokasi tambang ilegal. Namun penyelidikan tidak berhenti di lapangan. Polisi kini memburu pihak yang diduga sebagai pemodal atau aktor utama di balik aktivitas tersebut.Wakapolda Sumut, Sonny Irawan, menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri alur distribusi dan kepemilikan alat berat yang diamankan. Salah satu langkah yang diambil adalah memanggil pihak PT Hexindo Adiperkasa Tbk untuk dimintai klarifikasi.

BACA JUGA :  MPW Pemuda Pancasila Sumut Gelar Malam Renungan Suci, Kenang Gugurnya Kader dan Kukuhkan Komitmen

“Kami akan meminta keterangan dari pihak distributor alat berat untuk memastikan kepemilikan unit yang diamankan,” kata Sonny Irawan pada awak PromediaNews, Selasa (3/3/2026).

 

Profil PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA)

PT Hexindo Adiperkasa Tbk merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang distribusi alat berat dan layanan purna jual di Indonesia. Emiten dengan kode saham HEXA ini telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dan menjadi salah satu pemain utama di sektor alat berat nasional.Didirikan pada 28 November 1988, Hexindo berkantor pusat di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan ini fokus melayani kebutuhan alat berat untuk sektor pertambangan, konstruksi, kehutanan, hingga perkebunan.

Hexindo dikenal sebagai dealer resmi sejumlah merek global ternama, antara lain:

  1. Hitachi Construction Machinery
  2.  Bell Equipment
  3. Foton Lovol
  4. Dynapac
  5. Morooka
  6. Waratah
BACA JUGA :  Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 29 Januari 2026

Tak hanya menjual unit, perusahaan ini juga menyediakan layanan perawatan berkala, suku cadang asli, remanufaktur komponen, pusat pelatihan operator, hingga dukungan teknis proyek di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, Hexindo didukung sekitar 1.900 karyawan yang tersebar di berbagai cabang nasional.Sebagai perusahaan terbuka, struktur kepemilikan Hexindo bersifat transparan. Berdasarkan komposisi pemegang saham per 31 Maret 2025, mayoritas saham perusahaan dikuasai investor institusional asal Jepang.

 

Komposisi kepemilikan saham antara lain:

  •  Hitachi Construction Machinery Co., Ltd. – sekitar 48,59 persen.
  •  Itochu Corporation – sekitar 25,05 persen.
  •  Hitachi Construction Machinery Asia and Pacific Pte. Ltd. – sekitar 5,07 persen.
  • Publik (masyarakat) – sekitar 21,29 persen

Dengan hampir 80 persen saham dikuasai korporasi Jepang, kendali mayoritas perusahaan berada pada institusi, bukan individu perseorangan.Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan keterlibatan langsung PT Hexindo Adiperkasa Tbk dalam praktik tambang emas ilegal tersebut. Pemanggilan oleh kepolisian dilakukan dalam konteks klarifikasi dan verifikasi data distribusi alat berat.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Dengan Tegas : Cabut Izin Tambang PT Agincourt Resources, Diduga Penyebab Banjir Bandang Tapanuli

Penyidik fokus menelusuri siapa pihak yang membeli, menyewa, atau menguasai 14 unit ekskavator yang diamankan di lokasi tambang ilegal. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan distribusi alat berat untuk aktivitas tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan perbatasan Tapsel–Madina.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan alat berat dalam jumlah besar dan dugaan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Polda Sumatera Utara memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan menyeluruh, dengan target utama mengungkap aktor pengendali di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.

By: Syafaruddin Sikumbang.