Pemkab Pakpak Bharat Peringati Hari Lahir Pancasila

News716 Dilihat

PAKPAK BHARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat hari ini menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di lapangan napa sengkut, Salak (2/6/2025).

Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang menjadi Inspektur Upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi yang antara lain menyampaikan bahwa simbol Garuda Pancasila menjadi sorotan utama sebagai pengingat nilai-nilai luhur dan proses historis lahirnya dasar negara Indonesia.

BACA JUGA :  Inisiator Konperda Sutrisno Pangaribuan Kritik Pelaporan Muhammad Jusuf Kalla, Ormas Kristen Diminta Tak Diseret ke Ranah Politik

Garuda bukan sekadar lambang negara. Ia adalah representasi jiwa bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, ucap Jalan Berutu membacakan pidato Kepala BPIP.

Kepala BPIP menegaskan bahwa makna filosofis, historis, dan ideologis dari Garuda menjadi elemen penting dalam refleksi 80 tahun kelahiran Pancasila.

Peringatan tahun ini menampilkan Garuda Pancasila sebagai elemen visual utama. Burung mitologis itu dianggap mencerminkan karakter bangsa yang tegas, dinamis, dan mandiri.

Dalam pidatonya tersebut, Yudian Wahyudi menyebutkan tiga fase historis penting pembentukan Pancasila: pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, dan finalisasi rumusan dasar negara pada 18 Agustus 1945.

BACA JUGA :  HIPSI Sumut Rekrut Puluhan Anggota Baru, Dorong Koperasi Produsen sebagai Penggerak UMKM Daerah

Ketiganya disebut sebagai satu kesatuan proses ideologis bangsa Indonesia. Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” disebut berfungsi sebagai pengingat peran Pancasila sebagai landasan persatuan bangsa. Frasa ini disebutkan secara berulang dalam pidato sebagai penekanan pentingnya semboyan tersebut.

Yudian juga menyinggung perlunya revitalisasi sistem ekonomi dan pendidikan nasional yang berlandaskan Pancasila. Profesionalisme penyelenggara negara, kemandirian ekonomi, dan pendidikan berkarakter dinilai sebagai pilar pembangunan masa depan Indonesia.

BACA JUGA :  LIPPSU : KPK Tidak Mampu Ungkap Jaringan Mafia DAK Disdik Sumut Rp176 M, Desak Kejaksaan Agung Tindak Lanjuti Dan Tangkap DPO Kompol Ramli Sembiring dan Abd Haris Lubis

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga panduan etis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat,jelas dia.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasial ini dilaksanakan dengan tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, serta diikuti seluruh Aparatur Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, TNI/Polri, serta barisan Instansi lainnya.(JB)