Pemkab Pakpak Bharat Peringati Hari Lahir Pancasila

News471 Dilihat

PAKPAK BHARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat hari ini menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di lapangan napa sengkut, Salak (2/6/2025).

Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM yang menjadi Inspektur Upacara membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi yang antara lain menyampaikan bahwa simbol Garuda Pancasila menjadi sorotan utama sebagai pengingat nilai-nilai luhur dan proses historis lahirnya dasar negara Indonesia.

BACA JUGA :  APAKAH PENGGUNA IJAZAH PALSU MASIH BISA LOLOS DI PEMILU 2029?

Garuda bukan sekadar lambang negara. Ia adalah representasi jiwa bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, ucap Jalan Berutu membacakan pidato Kepala BPIP.

Kepala BPIP menegaskan bahwa makna filosofis, historis, dan ideologis dari Garuda menjadi elemen penting dalam refleksi 80 tahun kelahiran Pancasila.

Peringatan tahun ini menampilkan Garuda Pancasila sebagai elemen visual utama. Burung mitologis itu dianggap mencerminkan karakter bangsa yang tegas, dinamis, dan mandiri.

Dalam pidatonya tersebut, Yudian Wahyudi menyebutkan tiga fase historis penting pembentukan Pancasila: pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, dan finalisasi rumusan dasar negara pada 18 Agustus 1945.

BACA JUGA :  LIPPSU : KPK Tidak Mampu Ungkap Jaringan Mafia DAK Disdik Sumut Rp176 M, Desak Kejaksaan Agung Tindak Lanjuti Dan Tangkap DPO Kompol Ramli Sembiring dan Abd Haris Lubis

Ketiganya disebut sebagai satu kesatuan proses ideologis bangsa Indonesia. Garuda yang mencengkeram pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” disebut berfungsi sebagai pengingat peran Pancasila sebagai landasan persatuan bangsa. Frasa ini disebutkan secara berulang dalam pidato sebagai penekanan pentingnya semboyan tersebut.

Yudian juga menyinggung perlunya revitalisasi sistem ekonomi dan pendidikan nasional yang berlandaskan Pancasila. Profesionalisme penyelenggara negara, kemandirian ekonomi, dan pendidikan berkarakter dinilai sebagai pilar pembangunan masa depan Indonesia.

BACA JUGA :  Negara Jangan Sekadar Menonton: Maruli Siahaan Minta Aksi Cepat Selamatkan Tapteng

Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga panduan etis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat,jelas dia.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasial ini dilaksanakan dengan tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”, serta diikuti seluruh Aparatur Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, TNI/Polri, serta barisan Instansi lainnya.(JB)