Komitmen BRIN Dukung Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi Papua

News65 Dilihat

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS – Humas BRIN. Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, melakukan kunjungan kerja ke Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi (FRI) BRIN. Dalam rangka memperkuat sinergi pengembangan riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan dan peningkatan daya saing daerah di Tanah Papua. Deputi Bidang FRI BRIN Agus Haryono, menyampaikan komitmen BRIN dalam mendukung penguatan ekosistem riset dan inovasi di Papua.

“BRIN siap mendukung Papua melalui berbagai skema fasilitasi riset dan inovasi, termasuk RIIM Startup, RIIM BRIDA, serta penguatan kolaborasi dengan UMKM. Kami mendorong agar potensi unggulan seperti sagu, kopi, dan beras Merauke dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing tinggi,” ujar Agus saat menerima kunjungan di Jakarta, pada Selasa (21/04).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“Penguatan ekosistem riset dan inovasi memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha. Tentunya agar inovasi yang dihasilkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA :  BPK Temukan Kontrak Penjualan Teh PTPN IV Sekitar Rp29,43 Miliar Yang Tidak Terealisasi

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Papua. Termasuk pemekaran wilayah Papua Barat, penguatan kelembagaan riset daerah melalui Bapperida, serta optimalisasi potensi lokal berbasis inovasi.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Papua menegaskan peningkatan daya saing daerah harus bertumpu pada penguatan potensi lokal yang didukung oleh riset dan inovasi.

“Peningkatan daya saing Papua tidak bisa dilepaskan dari kemampuan kami mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Riset dan inovasi harus menjadi prioritas utama agar Papua tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen yang kuat,” ujar Aryoko.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan sagu sebagai komoditas prioritas riset. Sagu dinilai memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pangan lokal, tetapi juga sebagai alternatif pangan nasional yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  Ijeck Sepenuhnya Dukung Rencana Presiden Prabowo Bangun Kereta Api Luar Jawa

“Sagu adalah hidupku, sagu menjamin peradaban Papua. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara serius dari hulu hingga hilir, berbasis riset dan inovasi,” tambahnya.

Penguatan ekosistem sagu akan didorong melalui penyelenggaraan Festival Sagu yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia pada 26 April. “Festival ini bertujuan membangun ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari produksi bahan baku, inovasi produk, hingga pemasaran, sekaligus mendorong perlindungan kekayaan intelektual produk lokal Papua,” jelasnya.

Selain sagu, komoditas unggulan lain seperti beras Merauke dan kopi Papua juga menjadi bagian dari strategi pengembangan pangan lokal untuk meningkatkan daya saing daerah, baik di tingkat nasional maupun global. “Transformasi produk dari bentuk tradisional menuju produk modern bernilai tambah menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Diduga Lift Bekas, Anggaran Fantastis Rp632,5 Miliar Jadi Sorotan, Revitalisasi Lapangan Merdeka Diterpa Skandal

Dalam diskusi juga disampaikan bahwa dukungan pendanaan untuk wilayah Indonesia Timur masih perlu ditingkatkan guna memastikan pemerataan pembangunan berbasis riset dan inovasi. Selain itu, rencana pemisahan fungsi badan perencanaan dengan badan riset di daerah turut menjadi perhatian untuk memperkuat tata kelola inovasi yang lebih fokus dan efektif.

Kunjungan ini menegaskan bahwa riset dan inovasi menjadi prioritas dalam pembangunan Papua ke depan. Sinergi yang kuat antara BRIN dan Pemerintah Provinsi Papua diharapkan mampu mendorong pengembangan produk khas Papua, khususnya berbasis sagu, serta meningkatkan daya saing daerah secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, peringatan Hari Sagu pada 21 Juni diharapkan dapat menjadi momentum nasional dalam memperkuat posisi sagu sebagai salah satu sumber pangan masa depan Indonesia.

Lap : Yoga