Eva Ginting, Humas RS Sembiring Deli Tua Yang Humanis dan Bersahaja

News23 Dilihat

Oleh : Suardi, SH

DELI TUA, PROMEDIA.NEWS – Di balik kesibukan Rumah Sakit Sembiring Deli Tua, terdapat sebuah ruangan sederhana yang menjadi tempat masyarakat menggantungkan harapan. Sebuah meja kerja tertata rapi, beberapa kursi tamu tersedia, dan pintunya hampir tak pernah tertutup. Silih berganti masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk meminta informasi, berkonsultasi, hingga mengurus berbagai keperluan pelayanan kesehatan.

Di bagian luar ruangan, seorang petugas perempuan dengan sigap melayani setiap tamu. Berkas-berkas tersusun rapi di atas meja, sementara komputer di hadapannya menjadi saksi padatnya aktivitas pelayanan setiap hari. Tak jauh dari sana, ruang tunggu dipenuhi masyarakat yang mengantre untuk pendaftaran layanan BPJS. Para petugas bekerja cepat dan teratur, memanggil pasien sesuai nomor antrean demi memberikan pelayanan terbaik.

Ruangan itu adalah tempat bertugas Eva Ginting, Humas RS Sembiring Deli Tua. Perannya sangat penting, terutama dalam membantu masyarakat yang mengurus program berobat gratis yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Setelah pasien memperoleh surat dari bagian registrasi rawat inap, mereka diarahkan untuk berkoordinasi dengannya agar proses administrasi dapat berjalan sesuai ketentuan.

BACA JUGA :  Laporan Investigasi: Operasi "Ganti Baju" di Balik Megaproyek MDCP

Bagi sebagian masyarakat, prosedur tersebut kerap menimbulkan rasa cemas. Mereka khawatir apabila dalam waktu tiga hari surat persetujuan belum terbit, maka biaya perawatan akan beralih menjadi pasien umum. Kekhawatiran itu sering kali diperparah oleh bayangan bahwa mereka akan berhadapan dengan pejabat rumah sakit yang sulit ditemui atau terkesan kaku.

Namun, anggapan itu langsung sirna ketika mereka bertemu dengan Eva Ginting.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh keluarga Sutrisnaningsih (66), warga Dusun V, Desa Mekar Sari, Deli Tua. Karena padatnya masyarakat yang membutuhkan pelayanan, pada Rabu (5/8) mereka belum sempat bertemu langsung dengan Eva, meski telah dilayani dengan baik oleh stafnya. Barulah pada Kamis (6/8), kesempatan itu datang.

BACA JUGA :  Iran Berubah Total Dari Kerajaan Modern Jadi Republik Islam Dalam Satu Revolusi

Setelah melapor kepada petugas dan memastikan bahwa berkas mereka telah diteruskan kepada Eva Ginting, keluarga Sutrisnaningsih dipersilakan masuk. Pintu ruangan yang terbuka seolah mengisyaratkan bahwa siapa pun yang membutuhkan bantuan dipersilakan datang.

Dengan senyum hangat dan wajah penuh keramahan, Eva Ginting menyambut mereka. Ia mempersilakan duduk sambil bertanya dengan sopan, “Apa yang bisa saya bantu?”

Ketika keluarga menjelaskan bahwa mereka adalah keluarga Sutrisnaningsih yang dirawat di Kamar Cempaka 10 Lantai 2, sekaligus ingin menanyakan perkembangan pengurusan administrasi dan menyampaikan ucapan terima kasih, Eva menjawab dengan rendah hati.

“Ini memang sudah menjadi kewajiban kami untuk melayani masyarakat. Jika ada pelayanan yang dirasa kurang, silakan sampaikan langsung kepada saya agar bisa segera kami perbaiki,” ujarnya.

BACA JUGA :  Ngerii..!! dr. Asriludin Tambunan Bupati Deli Serdang Tak Punya Nurani, Abaikan 100 Pekerja Medis RSU Bangun Purba Dengan Status tak Jelas, Mayat Bongkar Dugaan Korupsi

Sikap yang sederhana, penuh empati, dan tidak berjarak itu meninggalkan kesan mendalam. Tidak ada kesan seorang pejabat rumah sakit yang sulit ditemui. Sebaliknya, Eva Ginting hadir sebagai sosok yang humanis, bersahaja, dan mengedepankan pelayanan dengan hati.

Bagi keluarga Sutrisnaningsih, keramahan tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Bahkan, mereka mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan rasa hormat dan terima kasih atas pelayanan yang diterima.

Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, sosok seperti Eva Ginting menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang terbaik bukan hanya diukur dari kecepatan administrasi, tetapi juga dari ketulusan, kepedulian, dan senyum yang mampu menenangkan hati masyarakat yang sedang menghadapi ujian hidup. (Red)